Program JKN-KIS Penuhi Kebutuhan Jaminan Kesehatan Gading

BPJS Kesehatan, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 21:13 WIB
BPJS Kesehatan ( iklan) Gading Wulansari peserta Program JKN-KIS. (Foto: Dok. BPJS Kesehatan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gading Wulansari adalah seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menyadari pentingnya BPJS Kesehatan, sekalipun tidak dalam kondisi sakit. Ia dan keluarga telah mendaftarkan diri sejak 2014 lalu.

Gading mengaku begitu bersyukur dengan keberadaan Program JKN-KIS. Selain sangat membantu, juga tidak ada perbedaan perlakuan yang diterima pasien JKN-KIS dengan pasien umum.

Ia menjelaskan selalu memanfaatkan layanan JKN-KIS untuk berobat. Saat itu, ia tidak melihat diskriminasi perlakuan. Terlebih, kini pelayanannya pun mudah dan tidak berbelit-belit.


"Keluarga saya selalu menggunakan JKN-KIS untuk berobat. Tinggal menunjukkan KIS saja untuk mendapatkan layanan," kata Gading.

Di usia yang sudah tak muda, Gading mengetahui memiliki jaminan kesehatan adalah sebuah keharusan karena penyakit lebih rentan menghampiri. Sehingga Program JKN-KIS juga sekaligus dipakai Gading dan istri untuk berjaga-jaga.

Terkait perkembangan Program JKN-KIS, Gading menuturkan merasakan banyak kemudahan dan peningkatan sistem layanan. Salah satunya, melalui aplikasi Mobile JKN. Ia menilai positif penambahan fitur di dalamnya, seperti antrean elektronik fasilitas kesehatan yang praktis.

Gading pun menyatakan dukungan atas peningkatan pelayanan dan partisipasi peserta Program JKN-KIS. Ia menyebut peserta yang rutin membayar iuran berperan penting dalam kelanjutan program.

"Saya sangat percaya BPJS terus melakukan inovasi untuk terus melakukan perbaikan dan peningkatan layanan. Dan saya juga menyadari bahwa kewajiban kami sebagai peserta adalah berpartisipasi dengan rutin bayar iuran,"

"Banyak berita kalau peserta BPJS Kesehatan bayar iuran hanya saat akan digunakan saja. Menurut saya itu sangat tidak baik. Saya mengajarkan kepada keluarga saya, tunaikan kewajiban kelak kamu akan mendapatkan apa yang menjadi hakmu," ujar Gading.

(rea)