Harga Emas Hari Ini 7 Juli, Menguat ke Rp934 Ribu per Gram

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 09:25 WIB
Karyawan menunjukkan emas batangan  yang penjualannya kini menurun di sebuah gerai pusat penjualan emas di Malang, Jawa Timur, Senin (30/10). Fluktuasi harga emas dalam dua pekan terakhir yang dinilai masih cukup tinggi yakni berada di kisaran harga Rp555.000 per gram untuk jenis emas lokal membuat penjualan emas di kawasan tersebut turun hingga 40 persen terutama jenis emas batangan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc/17. Harga jual emas Antam menguat Rp3.000 menjadi Rp934 per gram pada Selasa (7/7) pagi. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp934 ribu per gram pada Selasa (7/7). Posisi itu naik Rp3.000 dari Rp931 ribu per gram pada Senin (6/7).

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp3.000 per gram dari Rp829 ribu menjadi Rp831 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp497 ribu, 2 gram Rp1,8 juta, 3 gram Rp2,68 juta, 5 gram Rp4,45 juta, 10 gram Rp8,83 juta, 25 gram Rp21,96 juta, dan 50 gram Rp43,84 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,61 juta, 250 gram Rp218,76 juta, 500 gram Rp437,32 juta, dan 1 kilogram Rp874,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.794,8 per troy ons atau naik0,07 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot turun 0,02 persen ke US$1.784,4 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra melihat harga emas di pasar internasional akan menguat lagi hari ini karena masih ada sentimen positif untuk aset safe haven ini. Proyeksinya, harga emas berada di rentang US$1.765 sampai tembus US$1.800 per troy ons pada hari ini.

"Penguatan harga emas masih didukung oleh kekhawatiran pasar terhadap peningkatan laju penularan covid-19 di dunia yang melambatkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Ariston kepada CNNIndonesia.com.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizations/WHO) mencatat ada 202 ribu kasus corona baru di dunia pada Senin (6/7). Saat ini, jumlah kasus positif mencapai 11,32 juta orang dengan kasus kematian mencapai 532 ribu orang.

Namun, data ekonomi di berbagai negara belum cukup meningkat signifikan sejak pelonggaran kebijakan penguncian wilayah (lockdown) dilakukan. Begitu pula dengan aktivitas ekonomi yang sudah berlangsung di banyak negara.

Di sisi lain, pergerakan harga emas juga terpengaruh oleh semakin besarnya stimulus dari bank sentral AS, The Federal Reserve. The Fed memberi stimulus sebagai bantalan ekonomi karena aktivitas belum memberi pengaruh pada dunia usaha dan masyarakat.

"Stimulus besar bank sentral AS yang memperbesar likuiditas dolar AS sehingga emas menjadi lebih menarik untuk dibeli," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)