Harga Minyak Menguat Berkat Sinyal Kenaikan Konsumsi Bensin

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 08:20 WIB
Kilang Minyak Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Rabu (8/7), waktu Amerika Serikat. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah naik tipis pada akhir perdagangan Rabu (8/7), waktu Amerika Serikat. Kenaikan dipicu konsumsi bensin AS yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun, kenaikan harga masih tertahan oleh meningkatnya persediaan minyak mentah dan peningkatan infeksi virus corona.

Mengutip Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 21 sen menjadi di 43,29 dolar AS per barel. Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Agustus bertambah 28 sen menjadi ditutup pada 40,90 dolar AS per barel.

Kedua acuan harga minyak berada di jalurnya pada sesi keempat setelah mengalami perubahan persentase harian kurang dari satu persen di kedua arah, mengabaikan berita tentang anggota OPEC Libya yang menambah pasokan global dengan membuka kembali terminal minyak Es Sider untuk ekspor.


Sementara itu, persediaan bensin AS turun 4,8 juta barel karena permintaan naik menjadi 8,8 juta barel per hari. Data Badan Informasi Energi AS (EIA) yang dirilis kemarin mencatat, permintaan itu merupakan yang tertinggi sejak 20 Maret 2020.

Pemanfaatan kilang juga meningkat dua persen, tetapi masih bergerak di kisaran 17 persen atau lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.

"Sementara penarikan besar pada bensin di musim panas adalah sehat, AS sangat dekat dengan rekor tertinggi sepanjang masa dalam penyimpanan minyak mentah dan distilasi, yang tidak sehat," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho, Bob Yawger.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, stok minyak mentah AS di Gulf Coast naik lima juta barel ke atau mencapai rekor tertinggi pekan lalu.

"Pengurangan penyimpanan minyak mentah yang dilakukan di laut hanya bergeser ke darat pada titik ini yang tidak selalu menjadi pertanda buruk," kata Analis Pasar Energi CHS Hedging, Tony Headrick.

(hrf/sfr)