Luhut Soal Batu Bara: Jangan Gali dan Ekspor Nanti Habis

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 20:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mengingatkan pemda untuk tak hanya menggali lubang tambang dan mengekspor hasil tambang di tengah pandemi corona.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan pemerintah daerah (pemda) khususnya di Kalimantan Timur untuk tak melulu hanya menggali lubang tambang dan mengekspor hasil tambang mentah di tengah pandemi virus corona.

Pasalnya, kekayaan Indonesia nantinya bisa habis jika seluruh hasil tambang hanya diekspor.

"Menurut saya di Kalimantan Timur ini perlu dilihat hilirisasi. Apa yang harus dilakukan karena itu yang akan banyak membantu. Kepada para pemimpin di Kalimantan Timur, baik gubernur, walikota, dan bupati saya minta pikirkan. Jadi bukan hanya gali dan ekspor saja, bukan itu lagi, karena nanti habis," ungkap Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/7).


Luhut bilang ekonomi Kalimantan Timur akan melambat sejalan dengan situasi ekonomi nasional dan global. Makanya, perlu ada upaya antisipasi yang harus dilakukan oleh Pemda Kalimantan Timur.

Pemda, kata Luhut, bisa mengembangkan sektor hilirisasi untuk agar hasil tambang di Kalimantan Timur memiliki nilai tambah. Jika itu berhasil, maka harga jualnya juga ikut meningkat ketimbang hanya menjual hasil tambang mentah.

"Sektor pertambangan dan perkebunan memberi kontribusi sangat signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Kalimantan Timur. Selain ekspor batubara dan migas, minyak sawit juga menjadi komoditas ekspor yang menunjang ekonomi Kalimantan Timur," terang Luhut.

Sementara, Luhut menyatakan Pemda Kalimantan Timur tentu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor. Makanya, pemerintah setempat harus mengembangkan sektor pendidikan di Kalimantan Timur.

"Menurut saya kenapa tidak diajak dari pihak tambang itu untuk membantu membangun politeknik yang berkualitas, misalnya politeknik khusus tambang seperti yang terjadi pada industri di Morowali dan sebagainya," ujar Luhut.

Pemda Kalimantan Timur bisa bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudahaan serta Kementerian Perindustrian dalam membangun politeknik khusus tambang. Tenaga pengajarnya sendiri bisa berasal dari Kalimantan Timur.

"Tenaga pengajarnya nanti dari daerah tersebut, itu suatu proses yang butuh waktu. Saran saya pemda harus berinisiatif melakukan pengembangan SDM," katanya.

Selain itu, Luhut meminta Pemda Kalimantan Timur menyusun rencana strategis dalam mengembangkan sektor energi baru terbarukan. Pasalnya, ada peluang investasi yang cukup besar di sektor tersebut.

"Terkait investasi yang perlu diperhatikan adalah jangan membawa teknologi yang merusak lingkungan, walaupun ingin mendapatkan investor. Investasi renewable energy dan green industry itu adalah masa depan. Peluangnya cukup besar," pungkas Luhut.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)