Daftar Negara ASEAN yang Terancam Resesi Susul Singapura

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 19:43 WIB
Marina Bay Sands merupakan salah satu hotel paling terkenal di Singapura. Dibuka sejak 2010, pada hotel ini terdapat casino dan  infinity swimming pool. Morgan Stanley memprediksi empat negara ASEAN lainnya akan menyusul Singapura masuk ke jurang resesi ekonomi.(CNN Indonesia/M. Andika Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang terperosok ke jurang resesi ekonomi atau mengalami pertumbuhan ekonomi minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Resesi ekonomi terjadi karena Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengumumkan data awal pertumbuhan ekonomi akan turun 41,2 persen pada kuartal II 2020 dari kuartal I 2020.

Sementara secara tahunan, ekonomi juga akan terkontraksi 12 persen. Penurunan itu lebih dalam dibandingkan kuartal I 2020 yang minus 0,7 persen.


Lantas, bagaimana kondisi negara tetangga Indonesia lainnya? Siapa yang berikutnya akan menyusul Singapura?

Menurut lembaga riset internasional Morgan Stanley, negara di kawasan Asia Tenggara yang akan menyusul Singapura di jurang resesi adalah Thailand dan Filipina. Pasalnya, kedua negara sudah mencatatkan pertumbuhan ekonomi minus sejak kuartal I 2020.

Tercatat, pertumbuhan ekonomi Thailand minus 1,8 persen pada tiga bulan pertama tahun ini. Sementara Filipina minus 0,2 persen.

Pada kuartal II 2020, laju ekonomi Thailand diramal jatuh lebih dalam ke minus 10 persen. Sedangkan Filipina anjlok sampai minus 14 persen.

Untuk Thailand, Morgan Stanley menilai kejatuhan ekonomi terjadi karena Negeri Gajah Putih itu sangat mengandalkan sektor perdagangan dan pariwisata. Sayangnya, kedua sektor itu menjadi yang paling terpukul akibat pandemi virus corona atau covid-19 saat ini.

"Mereka adalah ekonomi yang lebih berorientasi ekspor. Mereka akan dipengaruhi oleh perkembangan eksternal hingga tingkat yang lebih besar," ungkap Morgan Stanley dalam laporan bertajuk Asia Economic Mid Year Outlook 2020, dikutip Rabu (15/7).

Proyeksi yang lebih parah, ekonomi Thailand dan Filipina akan terus negatif sampai tutup tahun ini. Morgan Stanley memperkirakan ekonomi negara dengan ibu kota di Bangkok itu akan minus 2 persen pada kuartal III dan minus 0,6 persen pada kuartal IV 2020.

Sementara ekonomi Filipina akan minus 4,5 persen pada kuartal III dan minus 0,5 persen pada kuartal IV 2020. Sedangkan Singapura yang sudah lebih dulu resesi akan berada di jurang itu sampai akhir tahun juga. Proyeksinya, ekonomi Negeri Singa minus 8 persen pada kuartal III dan minus 2 persen pada kuartal IV 2020.

Setelah tiga negara itu, antrean resesi menanti Malaysia dan Indonesia. Namun, proyeksinya baru akan terjadi pada kuartal III 2020.

Sebab, pertumbuhan ekonomi Malaysia masih 0,7 persen pada kuartal I 2020. Begitu pula dengan Indonesia sebesar 2,97 persen pada Januari-Maret 2020.

Pada kuartal II 2020, Morgan Stanley memperkirakan ekonomi Malaysia minus 13 persen dan Indonesia minus 5 persen. Lalu pada kuartal III 2020, Negeri Jiran akan minus 6 persen dan ekonomi Tanah Air minus 1,5 persen.

Bayang-bayang pertumbuhan negatif pun diramal akan betah di kedua negara sampai kuartal IV 2020, di mana Malaysia minus 1,6 persen dan Indonesia minus 0,5 persen.

Secara keseluruhan, Morgan Stanley memperkirakan ekonomi negara-negara Asia Tenggara yang sebesar 1,2 persen pada kuartal I 2020 akan jatuh ke minus 8,9 persen pada kuartal II 2020. Kemudian, minus 3,3 persen pada kuartal III dan minus 0,8 persen pada kuartal IV 2020.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)