Kemnaker - Pemkab Bandung Barat Gelar Pelatihan Pertanian

Kementerian Ketenagakerjaan, CNN Indonesia | Minggu, 19/07/2020 22:11 WIB
Kemnaker (iklan) Kemnaker dan Pemkab Bandung Barat sepakat untuk mengadakan pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian. (Foto: Dok. Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah pandemi. Kerja sama mencakup soal pengembangan SDM sektor pertanian, serta perluasan kesempatan kerja.

Kerja sama ini tertuang dalam Nota Kesepakatan antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemkab Bandung Barat tentang pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian. Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Plt Sekjen Kemnaker, Budi Hartawan dan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, dengan disaksikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, di Kantor Bupati Bandung Barat pada Minggu (19/7).

Dalam sambutannya, Ida menyebut bahwa pandemi COvid-19 memiliki dampak terhadap sektor kesehatan, sosial, dan ekonomi nasional. Untuk itu, diperlukan sinergi berbagai pihak, baik internal pemerintah pusat maupun dengan pemerintah daerah, untuk menjaga ketahanan nasional atas dampak pandemi tersebut.


"Kita tahu, dampak Covid-19 ini banyak teman-teman kita yang mengalami PHK atau dirumahkan. Pasar kerja juga masih wait and see. Untuk itu perlu diberi perluasan kesempatan kerja. Pelatihan dengan tidak hanya menjadikan mereka diterima pasar kerja tetapi juga memiliki kesempatan berwirausaha," kata Ida.

Untuk itu, Kemnaker berinisiatif melaksanakan sinergi pelatihan dan program pengembangan padat karya pertanian bersama Pemkab Bandung Barat. Tujuannya, untuk menyinergikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan dengan menekankan pentingnya ketahanan pangan bagi masyarakat.

"Jadi ini memadukan dua Direktorat Jenderal di Kemnaker, yaitu Binalattas serta Binapenta dan PKK kemudian sinerginya dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat," kata Ida.

Ia menjelaskan, di wilayah Bandung Barat sendiri ada dua unit pelatihan teknis milik Kemnaker yang dapat dimanfaatkan untuk perkembangan kerja sama, yaitu BLK Lembang, serta BBPPK dan PKK Lembang. Menurut Ida, pelatihan itu disiapkan memang untuk membangun ketahanan pangan yang ditujukan untuk sesama, terlebih yang terdampak Covid-19.

Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris Wahyudi menambahkan, program tersebut akan melibatkan 120 orang petani dari wilayah Kabupaten Bandung Barat untuk mendapatkan pelatihan. Dari pihak Kemnaker akan menyiapkan instruktur, pelatihan pengolahan lahan, penyediaan benih tanaman, pupuk, dan pendampingan untuk memastikan pasca panen dapat diserap oleh pasar, yang pada waktunya kelak akan menguntungkan petani.

"Nantinya, kerja sama antara Kemnaker dengan Pemkab Bandung Barat ini akan dijadikan pilot project untuk program serupa di daerah lainnya," kata Aris.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, menyampaikan apresiasi atas program kerja sama ini. Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan 10 hektar untuk mendukung kolaborasi, termasuk kesepakatan dengan sejumlah pembeli.

"Jadi kita sudah punya beberapa buyer yang bisa menerima kita. Saya rasa 10 hektar ini kurang tapi kita mulai dulu, nanti kalau sudah baik tentu saja kita bisa berkembang terus," ujarnya.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK