2 Pegawai Positif Corona, Kantor PLN Pusat Tutup Sementara

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 13:13 WIB
Seorang tenaga kesehatan dengan pakaian pelindung diri lengkap berjalan di ruangan pemeriksaan COVID-19 di rumah sakit rujukan COVID-19 RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (13/7/2020). Kementerian Kesehatan menyebutkan per 8 Juli 2020, dari total anggaran insentif tenaga kesehatan COVID-19 sebesar Rp1,9 triliun telah menyalurkannya sebesar Rp284,5 miliar kepada 94.057 tenaga kesehatan baik yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan dan institusi kesehatan pusat. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. PLN menutup kantor pusat karena 2 karyawannya reaktif corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/FAUZAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) menutup sementara kantor pusatnya di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, hingga Jumat (24/7) usai dua karyawannya terbukti reaktif covid-19.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi mengatakan PLN masih memberlakukan sistem kerja work from home (WFH) bagi sebagian pegawainya untuk mencegah penyebaran covid-19.

Meski demikian, PLN memastikan seluruh layanan tetap berjalan dengan baik dalam skema WFH ini. Perseroan, kata dia, juga terus mengedepankan protokol kesehatan dalam aktivitas perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19.


Langkah preventif yang dilakukan di antaranya menekankan penggunaan masker, cuci tangan dan physical distancing (jaga jarak) saat bekerja serta juga menggelar random test kepada pegawai.

"Kami pastikan pasokan listrik pelanggan tetap terjaga selama pemberlakuan konsep WFH, karena hal ini hanya berlaku untuk PLN Kantor Pusat saja, sementara petugas penjagaan dan pelayanan di lapangan tetap berjalan seperti biasa," ujar Agung lewat keterangan resminya, Senin (20/7).

Untuk menjaga agar layanan tetap baik, PLN juga menggunakan teknologi presensi karyawan berbasis aplikasi geotagging, mekanisme rapat berbasis daring, surat menyurat menggunakan Aplikasi Management Surat (AMS) Korporat serta penyimpanan dan transfer data kerja melalui system cloud.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, petugas yang harus tetap berada di pusat-pusat pengontrolan dan pemeliharaan listrik, tetap bekerja dengan meningkatkan standar kesehatan tinggi.

"Kami pastikan pasokan listrik pelanggan tetap terjaga selama pemberlakuan konsep WFH, karena hal ini hanya berlaku untuk PLN Kantor Pusat saja, sementara petugas penjagaan dan pelayanan di lapangan tetap berjalan seperti biasa," imbuhnya.

Bagi pegawai dengan jenis pekerjaan bersifat kritikal seperti Operator, Petugas Control Room, Dispatcher, Pelayanan Teknik, Pemeliharaan, Pelayanan Pelanggan atau Contact Center, Tenaga Medis, dan sebagainya yang tidak dapat ditinggalkan secara operasional akan tetap bekerja dengan mengikuti protocol Kesehatan yang berlaku.

Selain itu, selama bertugas pada jam kerja, Agung memastikan karyawan PLN akan mendapatkan makanan sehat dan vitamin tambahan, dan dilarang untuk memasuki area kerja di luar Control Room dan Dispatcher.

PLN melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin kepada pegawai, dan menyediakan fasilitas ruang pemeriksaan kesehatan beserta tenaga medis dan peralatan pendukungnya.

PLN juga menyediakan angkutan antar jemput dari rumah tinggal ke tempat kerja untuk menghindarkan petugas dari penularan virus covid-19. PLN juga menambah unit Control System sebagai cadangan (mirroring) untuk memastikan bahwa pasokan listrik kepada masyarakat tidak terganggu.

"PLN telah memetakan, bagian-bagian mana yang harus tetap bekerja penuh tidak boleh berhenti atau 24 jam. Bagi yang bekerja protokol covid-19 kami perhatikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas dalam kondisi prima dan sehat, sehingga bisa memberikan pelayanan maksimal dalam menjaga pasokan listrik bagi masyarakat," tandas Agung.

(hrf/agt)