IMF Kucurkan Pinjaman US$4,3 M untuk Afrika Selatan

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 07:11 WIB
IMF menyetujui pinjaman senilai US$4,3 miliar untuk penanganan pandemi virus corona di Afrika Selatan. IMF menyetujui pinjaman senilai US$4,3 miliar untuk penanganan pandemi virus corona di Afrika Selatan. Ilustrasi. (AP/Jerome Delay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dana Monter Internasional (IMF) menyetujui pinjaman darurat senilai US$4,3 miliar atau sekitar Rp62,35 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar AS) untuk membantu penanganan pandemi virus corona di Afrika Selatan (Afsel).

"IMF menyetujui bantuan pinjaman darurat senilai US$4,3 miliar di bawah instrumen pembiayaan cepat (RFI) untuk mendukung upaya otoritas dalam menghadapi tantangan kesehatan dan dampak parah covid-19 terhadap perekonomian," ujar IMF dalam pernyataan yang dilansir AFP, Selasa (28/7).

Sebagai catatan skema RFI merupakan instrumen yang memungkinkan suatu negara memangkas negosiasi berkepanjangan yang biasanya diperlukan untuk mendapatkan program bantuan penuh. Skema ini disediakan mengingat sejumlah negara masih berjuang untuk melawan pandemi.


Kasus positif corona di Afsel merupakan yang terbanyak di Benua Afrika. Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, per Senin (27/7, jumlah kasus corona di Afsel menembus 445 ribu di mana 6.769 di antaranya meninggal dunia.

Pada Juni lalu, Menteri Keuangan Afrika Tito Mboweni memperkirakan pertumbuhan ekonomi negaranya akan terkontraksi 7,2 oersen tahun ini. Penurunan itu merupakan yang terdalam sejak 90 tahun terakhir.

Ia juga mengibaratkan membengkaknya utang publik seperti kuda nil yang akan menelan warisan generasi ke depan.

Dalam pernyataannya, Mboweni menyatakan pinjaman dari IMF akan membantu negaranya untuk menstabilkan utang, menciptakan lapangan pekerjaan, membantu petugas garda terdepan kesehatan dalam menghadapi corona dan mereformasi perekonomian agar mendorong pertumbuhan.

[Gambas:Video CNN]

Deputi Direktur Pelaksana IMF Geoffrey Okamoto menilai resesi ekonomi Afsel sudah di depan mata meningat laju pertumbuhan ekonomi negara industri di Afrika itu melambat, tingkat pengangguran yang tinggi, dan kian melebarnya jurang ketimpangan.

Okamoto menilai skema RFI akan membantu persoalan neraca pembayaran Afsel yang muncul dari imbas pandemi corona dan membatasi gangguan pada perekonomian.

Penggunaan dana tersebut diarahkan untuk mengatasi persoalan tekanan fiskal yang disebabkan corona. membatasi dampak negatif di kawasan dan sebagai katalis untuk mendapatkan bantuan pembiayaan dari lembaga keuangan internasional lain.

(sfr)


ARTIKEL TERKAIT