Jokowi: Kita Harus Optimis tapi Tetap Realistis

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 10:34 WIB
Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk optimis dan realistis dalam menyusun postur APBN 2021. Presiden Jokowi menilai optimisme harus dibarengi dengan sikap realistis dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan proyeksi ekonomi ke depan. Ilustrasi. (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran menterinya untuk bersikap optimis dan realistis dalam menyusun postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

Jokowi juga berpesan untuk mempertimbangkan kondisi dan proyeksi ekonomi terkini dalam penyusunannya.

"Angka-angka indikator makro harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat dan hati-hati. Harus optimis tapi juga harus realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini," katanya, Selasa (28/7).


Kepala Negara juga meminta agar jajarannya memastikan keputusan yang diambil sejalan dengan prioritas kerja 2021 dan menjaga pelebaran defisit APBN yang digunakan membiayai kegiatan percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Ia menyebut ada 5 fokus kerja yang menjadi prioritas pemerintahannya pada 2021 yaitu penguatan transformasi di bidang kesehatan, pangan, energi, pendidikan, dan juga percepatan transformasi digital.

"Yang difokuskan dalam rangka pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor," terangnya.

[Gambas:Video CNN]

Meski tahun depan pemerintah akan berfokus pada pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona, Jokowi tak mau jajaran kerjanya buyar dari visi RI keluar dari perangkap negara berpendapat menegah.

"Menekankan bahwa (meski) menghadapi situasi sulit tapi tidak boleh melupakan akidah-akidah besar, akidah-akidah strategis negara dalam langkah-langkah keluar dari middle income trap," katanya.

(wel/sfr)