Pekerja Tak Terdaftar di BP Jamsostek Tetap Akan Diberi BLT

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 13:27 WIB
Kemenkeu menyatakan pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang tak terdaftar di BP Jamsostek juga akan diberi BLT corona. Mekanisme sedang dibahas. Kemenkeu menjamin pekerja bergaji Rp5 juta yang tak terdaftar di BP Jamsostek tetap akan diberi BLT. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan pemerintah membuka ruang untuk memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada pekerja bergaji di bawah Rp5 juta yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan skema terkait penyaluran BLT kepada pekerja golongan itu masih dibahas oleh satuan tugas (satgas) penanganan virus corona dan pemulihan ekonomi nasional.

"Iya masih ada ruang untuk meng-capture pekerja yang di luar administrasi BPJS Ketenagakerjaan," ungkap Yustinus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/8).


Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait skema penyaluran BLT kepada pekerja yang mendapatkan gaji di bawah Rp5 juta dan tak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, skema yang dibahas belum matang sehingga masih terus dibahas di internal pemerintah.

"Mugkin kalau sudah matang akan disampaikan," imbuh Yustinus.

Pemerintah berencana memberikan BLT kepada pekerja bergaji kurang dari Rp5 juta untuk meringankan beban mereka dari tekanan virus corona. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan telah menyiapkan anggaran Rp31 triliun untuk melaksanakan program itu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Virus Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Bila sesuai rencana, BLT akan mulai diberikan pada September 2020 mendatang.

"Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non pegawai negeri sipil (PNS) dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan," ucap Erick.

Mereka yang dipilih adalah anggota BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki kewajiban membayar iuran di bawah Rp150 ribu per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Erick bilang dana yang akan diberikan kepada penerima adalah Rp600 per bulan.

"Bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan," jelas Erick.

[Gambas:Video CNN]



(aud/agt)