Garuda Respons Ribut Anak Amien Rais dengan Wakil Ketua KPK

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 11:54 WIB
Garuda Indonesia menyebut keributan antara anak Amien Rais, Mumtaz Rais, dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango di pesawat karena masalah HP. Garuda Indonesia menyebut anak Amien Rais, Mumtaz Rais, ribut dengan wakil ketua KPK Nawawi Pamolango karena ditegur soal penggunaan HP di pesawat. (CNN Indonesia/Fajrian).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Maskapai Garuda Indonesia Irfan Setiaputra buka suara soal keributan yang melibatkan Putra Amien Rais, Mumtaz Rais, dengan pejabat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango dalam penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta pada Rabu (13/8).

Ia menjelaskan keributan dipicu oleh salah satu penumpang di kelas bisnis yang kedapatan menggunakan telepon seluler ketika pesawat tengah boarding dari Gorontalo dan ketika pesawat tengah melakukan pengisian bahan bakar (refueling) sewaktu transit di Makassar.

Sesuai aturan keselamatan penerbangan, awak kabin telah menyampaikan kepada penumpang, yakni Mumtaz Rais sebanyak tiga kali.


Namun demikian, penumpang yang dimaksud tetap tidak mengindahkan pemberitahuan tersebut. Sebaliknya, kata Irfan, Mumtaz malah memberi teguran terhadap awak kabin yang bermaksud memperingatkannya.

Perbuatan Mumtaz tersebut mengakibatkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango yang duduk di kelas bisnis turut menegur anak Amien Rais. Akibatnya terjadi terjadi adu argumen antar penumpang.

Kejadian tersebut kata Irfan, saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib.

"Garuda Indonesia juga akan menghormati proses hukum yang berjalan termasuk secara kooperatif akan memberikan informasi lebih lanjut bilamana dibutuhkan," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Menyikapi kejadian tersebut, Irfan memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap awak kabin yang mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan khususnya ketika berupaya menerapkan aturan keselamatan penerbangan terhadap penumpang.

Ia menambahkan Garuda Indonesia tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak pihak yang kedapatan dengan sengaja melanggar aturan keselamatan penerbangan.

"Kami juga turut menyampaikan apresiasi kepada penumpang yang senantiasa mendukung penegakan aturan keselamatan penerbangan. Kami meyakini komitmen penerapan safety pada operasional penerbangan dapat berjalan dengan optimal dengan dukungan dan peran serta seluruh penumpang dalam mematuhi aturan keselamatan penerbangan yang berlaku," terang Irfan.

(agt/bir)