UMKM Sektor Ekonomi Kreatif Hadapi 4 Masalah saat Corona

CNN Indonesia | Jumat, 28/08/2020 11:58 WIB
Meparekraf Wishnutama mengatakan 4 masalah yang dihadapi pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif antara lain, bahan baku, permintaan dan modal. Menparekraf Wishnutama mengatakan pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif menghadapi 4 masalah saat corona. (ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengungkapkan empat masalah yang dihadapi pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif di tengah pandemi covid-19

Pertama, kesulitan mendapatkan bahan baku. Masalah itu dipicu kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB).

Tak hanya dari domestik, bahan baku impor juga sulit diperoleh karena semua negara membatasi arus logistik selama pandemi.


"Sejak PSBB hampir seluruh wilayah banyak pelaku ekonomi kreatif yang kesulitan dapat bahan baku karena kami akui banyak bahan baku yang masih perlu impor," ujarnya dalam pembukaan Karya Kreatif Indonesia, Jumat (28/8).

Kedua, permintaan terhadap produk-produk dari pelaku ekonomi kreatif yang berkurang. Ketiga, penurunan permintaan terhadap barang mereka membuat arus kas pelaku ekonomi kreatif ikut tertekan.

"(Keempat) Pelaku ekonomi kreatif juga kesulitan melakukan pinjaman modal," katanya.

Ia mengklaim pihaknya sudah melakukan sejumlah inisiatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Meliputi, mengikutsertakan UMKM terpilih untuk promosi online ke luar negeri.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan pemangku kepentingan lain memberikan stimulus dan pinjaman modal bagi pelaku ekonomi kreatif.

"Kami juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan menggunakan produk lokal," tuturnya.

Selain itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta Kementerian Koperasi dan UKM meluncurkan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Gerakan ini membantu menghubungkan pelaku UMKM dengan dunia digital.

"Sampai 15 Agustus ada tambahan sekitar 1,6 juta UMKM yang masuk ke ekonomi digital sejak launching di Mei," katanya.

Menurutnya momentum pandemi ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM oleh melakukan akselerasi digital. Caranya, dengan memanfaatkan sejumlah platform e-commerce yang ada di Indonesia saat ini.

"Kami ajak seluruh stakeholder menjadikan pandemi ini sebagai evaluasi industri kreatif agar ke depan sesuai dengan nilai yang ada," tuturnya.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK