RI Diproyeksi Resesi, Ekonomi Minus 3 Persen di Kuartal III

CNN Indonesia | Senin, 31/08/2020 14:11 WIB
Faisal Basri meramal ekonomi RI alami resesi pada kuartal III 2020 karena terkontraksi selama dua kuartal berturut-turut. Ekonom senior Faisal Basri meramal Indonesia mengalami resesi pada kuartal III 2020 karena ekonominya minus 3 persen. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonom Senior Faisal Basri memproyeksi Indonesia masuk jurang resesi pada kuartal III 2020. Pasalnya, ia meramal ekonomi domestik pada periode tersebut minus 3 persen.

"Kuartal III perkiraan saya minus 3 persen," ungkap Faisal dalam video conference, Senin (31/8).

Ekonomi dalam negeri tercatat minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 kemarin. Jika proyeksi Faisal benar, maka Indonesia benar-benar masuk daftar negara yang terkena resesi akibat virus corona.


Dalam ilmu ekonomi, suatu negara disebut mengalami resesi bila ekonominya terkontraksi atau minus dalam dua kuartal berturut-turut.

Ia bilang pemerintah sebaiknya tak menghindari resesi. Sebab, penularan virus corona masih terjadi.

Lagi pula, kata Faisal, proses pemulihan ekonomi nasional membutuhkan waktu yang tak sebentar. Untuk itu, ia mengatakan pemerintah sebaiknya mulai menerima kenyataan Indonesia akan masuk ke jurang resesi.

"Bagi saya, kalau boleh saya sarankan, jangan hindari resesi," jelas Faisal.

Lebih lanjut Faisal menyatakan pemerintah sebaiknya fokus dalam menangani pandemi virus corona di sektor kesehatan, bukan ekonomi. Menurutnya, ekonomi baru bisa bergerak positif jika kasus corona di dalam negeri berhasil dikendalikan.

"Jangan target tidak resesi pada kuartal III 2020. Targetnya sampai September 2020 itu benahi virus, sehingga kuartal III 2020 biarkan minus," ucap Faisal.

Sementara, Faisal memprediksi ekonomi akan berakhir di zona negatif jika pemerintah tak bisa menangkal gelombang kedua penularan virus corona. Ia memproyeksi ekonomi domestik berpotensi minus 3,8 persen pada akhir 2020.

"Jangan bicara pemulihan ekonomi dulu. Pemulihan ekonomi akan semakin lama. Kalau ada gelombang kedua itu yang akan membuat pertumbuhan ekonomi minus 3,8 persen tahun ini," terang Faisal.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia anjlok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II 2020. Ini menjadi yang pertama kalinya sejak kuartal I 1999 silam yang minus 6,13 persen.

[Gambas:Video CNN]



(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK