ICIJ Endus Aliran 'Uang Haram' di Bank-bank Kakap

CNN Indonesia | Senin, 21/09/2020 10:08 WIB
Konsorsium Investigasi Jurnalis Internasional (ICIJ) mengendus aliran uang haram dalam jumlah besar di lima bank kakap di dunia. Konsorsium Investigasi Jurnalis Internasional (ICIJ) mengendus aliran uang haram dalam jumlah besar di lima bank kakap di dunia. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) mengendus aliran uang haram dalam jumlah besar selama bertahun-tahun lewat bank-bank kelas kakap di dunia. Temuan ICIJ ini mengecam lemahnya regulasi industri perbankan.

"Keuntungan dari perang narkoba yang mematikan, kekayaan yang digelapkan dari negara berkembang, dan tabungan yang diperoleh dengan susah payah yang dicuri dalam skema ponzi semuanya diizinkan untuk mengalir masuk dan keluar," kata ICIJ seperti dikutip dari AFP pada Senin, (21/9).

ICIJ menyebut praktik tersebut tetap dilakukan meski bank-bank besar tersebut telah menerima peringatan dari karyawan mereka sendiri.


Penyelidikan yang dipimpin oleh 108 media internasional dari 88 negara ini didasarkan pada ribuan laporan aktivitas mencurigakan (SARs) yang disampaikan kepada lembaga penegakan hukum keuangan Departemen Keuangan AS, FinCEN, oleh berbagai bank di seluruh dunia.

"Dokumen-dokumen ini dikumpulkan oleh bank, dibagikan dengan pemerintah, tapi dirahasiakan dari publik. Mengekspos kekosongan pengamanan perbankan, dan kemudahan yang digunakan para penjahat untuk mengeksploitasinya," terang pengantar laporan dari temuan tersebut.

Disebutkan bahwa dokumen tersebut berkaitan dengan transaksi senilai US$2 triliun yang beredar sejak 1999 silam hingga 2017.

Investigasi itu membeberkan lima bank besar dunia yang terlibat, seperti JPMorgan Chase, HSBC, Standard Chartered, Deutsche Bank, dan Bank of New York Mellon.

Kelima bank tersebut diduga memindahkan aset tersangka kriminal, bahkan setelah pelaku dituntut atau dihukum karena pelanggaran keuangan.

Dalam sebuah pernyataan, Deutsche Bank mengatakan telah mencurahkan sumber daya yang signifikan untuk memperkuat kontrol mereka serta fokus pada pemenuhan tanggung jawab dan kewajibannya.

Selain itu, investigasi juga menyoroti kurangnya kekuatan otoritas Amerika dalam mengatur transaksi keuangan 'kotor'.

Dalam pernyataan yang dirilis sebelum publikasi investigasi, FinCEN mengatakan bahwa pengungkapan SAR yang tidak sah ialah kejahatan yang dapat berdampak pada keamanan nasional Amerika Serikat.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)