Jokowi Bakal Perluas Food Estate ke NTT dan Papua

CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2020 11:11 WIB
Presiden Jokowi merencanakan perluasan pembangunan food estate dari Kalteng dan Sumut saat ini hingga ke Sumsel, NTT, dan Papua. Presiden Jokowi merencanakan perluasan pembangunan food estate dari Kalteng dan Sumut saat ini hingga ke Sumsel, NTT, dan Papua. (Muchlis JR - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merencanakan perluasan pembangunan food estate atau lumbung pangan hingga ke Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Namun, hingga saat ini, pemerintah masih fokus untuk membangun food estate di Kalimantan Tengah, yakni Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, serta Sumatera Utara di Kabupaten Humbang Hasundutan.

"Ini yang ingin kita prioritaskan dulu, meskipun ada rencana akan kita lanjutkan untuk provinsi lain, yaitu Papua maupun NTT dan di Sumsel. Akan kita diskusikan setelah yang dua ini betul-betul sudah bisa berjalan," ujarnya dalam ratas virtual, Rabu (23/9).


Food Estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan di suatu kawasan. Food estate juga dapat menjadi lahan produksi pangan nasional, cadangan pangan, penyimpanan dan distribusi pangan.

Jokowi mengatakan untuk pembangunan lahan food estate sudah berjalan di Kalteng dan Sumut. Namun, saat ini masih terdapat beberapa kendala, salah satunya terkait dengan kepemilikan lahan di wilayah yang akan dijadikan food estate.

"Ini menimbulkan sedikit masalah. Tetapi saya yakin, dan saya minta menteri ATR/BPN bisa segera menuntaskan ini karena ini menyangkut sebuah area yang sangat luas," imbuh dia.

Presiden menekankan pentingnya pembangunan food estate untuk mengantisipasi potensi krisis pangan akibat pandemi COVID-19. Hal tersebut juga sudah beberapa kali diungkapkan Badan PBB untuk Makanan dan Pertanian (Food and Agricultural Organization/FAO).



Selain itu, pemerintah mengembangkan food estate untuk meningkatkan produksi pangan, agar dapat mengurangi impor komoditas pangan.

"Hal ini juga untuk mengantisipasi perubahan iklim serta juga tidak kalah pentingnya dalam mengurangi ketergantungan kita pada impor pangan. Ini penting," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)