Menhan Sebut China dan UEA Lirik Investasi Food Estate di RI

CNN Indonesia | Kamis, 03/09/2020 21:18 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut berbagai negara asing tertarik untuk investasi food estate di Indonesia. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut berbagai negara asing tertarik untuk investasi food estate di Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut berbagai negara asing seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, hingga China tertarik untuk investasi dalam proyek lumbung pangan atau kawasan pangan berskala luas (food estate) di Kalimantan Tengah, Merauke, Bangka Belitung, dan Jambi. 

Prabowo menyebut bahwa investor asing tertarik karena proyeksi berbagai negara di dunia akan mengalami defisit pangan. Hal tersebut disampaikan saat menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kamis, (3/9).


Menurut Prabowo, setiap negara saat ini berupaya mencari cara untuk mengatasi kemungkinan terjadinya krisis pangan, termasuk Indonesia. Terlebih, masyarakat Indonesia memang sangat bergantung pada beras.


Lebih jauh, Prabowo melaporkan bahwa 1,4 juta hektar (Ha) lahan telah siap untuk dijadikan lumbung pangan. Diversifikasi lahan akan dilakukan, sebagian lahan akan ditanami beras, sementara sisanya akan ditanami singkong, sagu, sorgum, dan jagung. 

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan proyek food estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan dimulai paling cepat Oktober 2020 hingga Maret 2021.

Sebagai tahap permulaan, awal Oktober akan dilakukan proses pekerjaan irigasi dan olah tanah dapat diselesaikan. Sehingga pada bulan itu pula proses bercocok tanam sudah dilakukan.


Diharapkan, food estate akan menjadi lumbung pangan terbaru di luar Pulau Jawa. Pembangunan pusat tanaman pangan merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.


Dalam proyek ini, Basuki menyebut pihaknya melibatkan lintas kementerian, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Pertahanan, Kementerian BUMN, dan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk sinkronisasi program kerja.

Lebih lanjut, terdapat dua pengembangan food estate di Kalteng. Pertama, untuk tanaman padi dengan sektor utama Kementerian Pertanian yang berada di lahan aluvial seluas 165 ribu hektare (ha) di atas lahan bekas Pengembangan Lahan Gambut (PLG).


Kedua, untuk tanaman singkong dengan sektor utama Kementerian Pertahanan seluas 60 ribu ha. Sebagai tahap awal, akan mulai dikerjakan untuk tanaman padi seluas 32 ribu ha yang terdiri dari 30 ribu ha di kawasan dengan kondisi sawah dan irigasi baik, termasuk juga 2.000 ha di Kecamatan Dadahup.   

Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyatakan bahwa program kawasan pangan berskala luas (food estate) akan menarik negara-negara lain untuk berinvestasi di Indonesia. 

"Karena memang ini semuanya akan berebut pangan ke depan, maka ke depan itu dimungkinkan Indonesia bisa kolaborasi," kata Masduki kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/9).

Prabowo pun menargetkan program tersebut akan mulai berjalan dengan proses penanaman bibit pada tahun 2021 mendatang.

"Prabowo meminta ke Wapres untuk datang ke kantornya, dia mau memberikan data-data langsung ke Wapres di kantornya," kata Masduki.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)