Sinergi di Hilir, BPH Migas Gandeng Unsri Palembang

BPH Migas, CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 11:15 WIB
BPH Migas dan Universitas Sriwijaya menandatangani MoU tentang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hilir minyak dan gas bumi. BPH Migas dan Universitas Sriwijaya menandatangani MoU tentang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hilir minyak dan gas bumi. (Foto: dok. BPH Migas)
Jakarta, CNN Indonesia --

BPH Migas menyepakati kerja sama dengan Universitas Sriwijaya lewat penandatanganan MoU tentang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hilir minyak dan gas bumi di Palembang, Sumatera Selatan, pada Jumat (16/10).

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan kolaborasi itu sesuai dengan teori keunggulan kompetitif dari Michael Porter yang membutuhkan sinergisitas antara academic, business, and governace atau ABC.

"Selain ABG, kerjasama dengan perguruan tinggi ini juga diperkuat dengan adanya Teori Triple Helix dari Henry Ezkowick yang diadopsi Komite Inovasi Nasional (KIN) yang menguatkan peran strategis perguruan tinggi, kalangan Badan Usaha (bisnis) untuk menggerakkan percepatan ekonomi nasional," kata Ifan, sapaan Fanshurullah.


Ifan mengungkapkan, ada beberapa hal yang bisa jadi kajian dari kerja sama dengan Universitas Sriwijaya (Unsri). Misalnya, proyeksi dan modeling kebutuhan BBM dan gas di Sumsel untuk lima tahun ke depan, serta pemetaan jumlah ideal dan penyebaran depo, penyalur, mini SPBU dan sub penyalur.

"Kerja sama ini sangat perlu untuk mengetahui secara akademik berapa kebutuhan BBM dan gas di wilayah Sumsel sehingga dalam penyaluran nanti akan menjadi tepat," kata Ifan.

Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaf menyampaikan terima kasih atas kepercayaan BPH Migas. Menurutnya, kerja sama akan memberi manfaat besar bagi kampus serta masyarakat, dan bahwa kajian-kajian akademis yang dilakukan bakal melibatkan sejumlah dosen yang ahli di bidang masing-masing.

"Kami akan mendukung pengembangan jargas untuk rumah tangga di Sumsel dan kami akan memulai kajian pada tahun ini juga akan kami siapkan," katanya.

Ifan menambahkan, terkait tupoksi BPH Migas, pihaknya akan mengadakan kerja sama dengan 34 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Sebelumnya, kerja sama sudah terjalin dengan Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan Universitas Padjajaran.

"Beberapa kerja sama yang dilakukan BPH Migas dengan PTN yang sudah berlangsung saat ini antara lain, kajian akademik terkait pembuatan owner estimate untuk standar acuan lelang pipa gas transmisi dan WJD, Peraturan Konsultan Pengawas Investasi (PKPI) pembangunan pipa gas, kajian pemanfaatan LNG untuk dalam negeri, juga peraturan peran BPH Migas sebagai dispute resolution antar Badan Usaha dan juga terkait cadangan operasional Badan Usaha, serta pemanfaatan iuran BPH Migas untuk pengembangan sektor hilir migas," ungkapnya.

Ifan menyebut, nota kesepahaman itu disebut berlaku selama lima tahun, dengan cakupan sejumlah ruang lingkup, di antaranya adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat; perencanaan dan pelaksanaan penelitian; pengembangan dan pengkajian bersama di bidang hilir minyak dan gas bumi; pengembangan sumber daya manusia di bidang minyak dan gas bumi; program magang mahasiswa.

Kemudian, juga pengembangan perguruan tinggi khususnya di bidang hilir minyak dan gas bumi; penempatan tenaga ahli sebagai tenaga konsultan atau part time; pertukaran informasi dan data ilmiah; penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan fasilitas lain yang dimiliki oleh para pihak; serta kegiatan lain yang disepakati para pihak.

Setelah penandatanganan Mou, BPH Migas menggelar Sosialisasi Tugas, Fungsi dan Capaian Kinerja BPH Migas Tahun Anggaran 2020 kepada masyarakat atau konsumen pengguna di Kota Palembang dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19.

(rea)