Tak Laku, Coca-Cola Setop Jual 200 Merek Minuman

CNN Indonesia | Jumat, 23/10/2020 14:34 WIB
Coca-Cola memutuskan menyetop produksi dan pemasaran 200 merek minumannya yang kurang laku demi bertahan di tengah tekanan bisnis akibat covid-19. Coca-Cola Company memutuskan menyetop produksi dan pemasaran 200 merek minumannya yang kurang laku demi bertahan di tengah tekanan bisnis akibat covid-19. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Coca-Cola Company, perusahaan minuman ringan multinasional, mengumumkan akan menyetop produksi dan pemasaran 200 merek minuman yang kurang laku di lini bisnis mereka pada tahun ini.

Langkah ini merupakan strategi bertahan sekaligus menumbuhkan keuntungan di tengah tekanan kinerja akibat pandemi virus corona atau covid-19. 

Coca-Cola mengatakan 200 merek minuman yang akan dihentikan produksinya adalah minuman yang kurang laku, tidak memberi sumbangan pendapatan besar, dan mulai ketinggalan zaman.


Antara lain, Tab, Zico, Odwalla, hingga minuman kategori hidrasi, seperti Dasani, Powerade, hingga Vitamin Water. 

Perusahaan mencatat merek-merek minuman ini hanya memberikan kontribusi pendapatan sekitar 2 persen dari total.

Kontribusinya berbanding terbalik dengan merek utama, seperti Coca-Cola Zero Sugar yang merupakan produk andalan perusahaan. 

"Skalanya kecil atau tanpa skala," ucap CEO Coca-Cola James Quincey seperti dikutip dari CNN Business, Jumat (23/10). 

Kontribusi minim dari beberapa merek ini, katanya, terdeteksi dari hasil evaluasi perusahaan terhadap hasil penjualan pada musim panas tahun ini.

Sementara, minuman yang mulai ketinggalan tren, khususnya minuman vitaman olahraga menyusut penjualannya sekitar 11 persen pada kuartal III 2020. 

Kendati begitu, ia memastikan penghentian produksi ini hanya akan dilakukan pada lokasi pasar tertentu. Artinya, tidak dilakukan secara global. 

Langkah penghentian produksi 200 merek minuman ini akan mengurangi setengah dari portofolio merek yang selama ini dipegang oleh perusahaan yang berbasis di Atlanta, AS itu.

Ke depan, Coca-Cola akan fokus mengembangkan bisnis pada produk-produk andalan dan merek minuman kategori baru, seperti Topo Chico, Hard Seltzer, dan AHA, serta minuman berkafein yang sempat perusahaan luncurkan pada tahun lalu. 

Quincey mengatakan saat ini perusahaan sudah meminta masukan dari analis terkait merek minuman yang sekiranya akan terus memberikan pendapatan dan laba bagi perusahaan.

Perusahaan pun masih membuka peluang untuk tetap mengalirkan investasi pada pengembangan merek minuman yang sekiranya bisa memberi keuntungan. 

Ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan Coca-Cola untuk mempertahankan dan menumbuhkan pendapatan di tengah pandemi. Pendapatan bersih perusahaan sempat turun 9 persen menjadi US$8,7 miliar pada kuartal III 2020. 

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK