Pabrik Sepatu PHK 1.800 Karyawan di Tangerang

CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2020 15:55 WIB
Pabrik sepatu di Tangerang melakukan PHK terhadap 1.800 orang karena terus merugi. Pabrik juga akan ditutup pada akhir bulan ini. Pabrik sepatu di Tangerang melakukan PHK terhadap 1.800 orang karena terus merugi. Pabrik juga akan ditutup pada akhir bulan ini. Ilustrasi. (Freestocks.org via StockSnap).
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu pabrik sepatu di Cikupa, Tangerang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 1.800 karyawannya. Hal ini menambah deretan perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawannya di masa pandemi covid-19.

Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) Disnaker Kabupaten Tangerang Hendra mengatakan keputusan PHK diambil karena perusahaan sudah mengalami kerugian beberapa waktu terakhir. Untuk itu, manajemen memutuskan untuk menutup usahanya akhir bulan ini.

"Iya benar (perusahaan pabrik sepatu di Tangerang melakukan PHK kepada 1.800 karyawan). Alasannya karena mengalami kerugian," ungkap Hendra kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11).


Hendra bilang karyawan akan bekerja hingga akhir November 2020. Dengan demikian, gaji terakhir akan dibayarkan sampai akhir bulan ini.

Sementara, ia mengklaim proses PHK ini berjalan dengan lancar. Sejauh ini, tak ada perselisihan antara karyawan dan pihak manajemen.

"Sepertinya kesepakatan diselesaikan secara bipartit, karena tidak ada pencatatan perselisihan ke kami," tutur Hendra.

Selain itu, ia juga memastikan perusahaan akan membayar pesangon sesuai aturan yang berlaku. Di sini, Disnaker Kabupaten Tangerang akan memantau proses tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia tembus 9,77 juta orang pada Agustus 2020. Angka itu naik 2,67 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07 persen. Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23 persen.

Secara total, jumlah penduduk usia kerja yang terdampak pandemi covid-19 pada Agustus 2020 ini berjumlah 29,12 juta orang. Detailnya, jumlah pengangguran karena covid-19 sebanyak 2,56 juta orang, bukan angkatan kerja karena covid-19 sebanyak 0,76 juta orang, sementara tidak bekerja karena covid-19 sebanyak 1,77 juta orang, dan bekerja dengan pengurangan jam kerja karena covid-19 sebanyak 24,03 juta orang.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK