Pemprov Jabar Klaim Penyaluran Bansos Corona 100 Persen

CNN Indonesia | Senin, 23/11/2020 10:53 WIB
Pemprov Jawa Barat menyebut dari 1.900.688 keluarga penerima bansos, hanya 5.553 paket bansos yang gagal diserahkan. Pemprov Jawa Barat menyebut dari 1.900.688 keluarga penerima bansos, hanya 5.553 paket bansos yang gagal diserahkan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi).
Bandung, CNN Indonesia --

Koordinator Sub Divisi Logistik Pemerintah Provinsi Jawa Barat Sri Endang melansir hasil rekapitulasi yang dilakukannya bersama PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Agro Jabar berhasil menyerahkan bantuan sosial (bansos) tahap tiga hingga 100 persen.

Dari 1.900.688 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS) penerima bansos, hanya 5.553 paket yang gagal diserahkan.

"Proses rekapitulasi digelar dengan penerapan protokol kesehatan. Seluruh peserta di-rapid test dan menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak," ujarnya di Bandung, Senin (23/11).


Sri melanjutkan suksesnya penyaluran bansos dengan angka gagal penyerahan yang disebut kecil menunjukkan bahwa pendataan bansos yang dilakukan Pemprov Jabar sudah cukup baik dan akurat.

"Ada daerah yang nihil gagal serah bantuan, yakni Kabupaten Bogor dan Kota Cimahi, yang paling besar gagal serah ada di Kota Depok," imbuh dia.

Lebih jauh Sri mengungkapkan sama seperti penyaluran bansos tahap satu dan dua, Pemprov Jabar berkoordinasi dengan dengan sejumlah pihak, seperti Ombudsman, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Saber Pungli. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada penerima bansos ganda.

Pendistribusian bansos provinsi tahap tiga juga disertai pelaporan ketat sesuai dengan data. Petugas harus menyerahkan paket secara langsung ke penerima, sesuai dengan kartu identitas.

Apabila data nama dan alamat tidak sesuai, maka paket bansos provinsi dikembalikan untuk diverifikasi ulang.

Menurut Sri, dinamika penyaluran bansos tahap tiga terbilang lebih kondusif dan baik, termasuk dari penyaluran maupun produksi. "Komplain dari masyarakat nol persen," terang dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar yang ditunjuk sebagai pengelola bansos tahap tiga juga memastikan dalam pengerjaan bansos kali ini menyerap padat karya dan memberdayakan UMKM.

Kurnia menjelaskan dalam proses pengemasan bansos Jabar tahap tiga, pihaknya menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja harian di sekitar lokasi gudang milik PT Agro Jabar.

[Gambas:Video CNN]

PT Agro Jabar sendiri menggunakan tujuh gudang dalam mengelola paket bansos Jabar tahap tiga. Tujuh gudang itu berada di Bandung, Cirebon, Karawang, Garut, Tasikmalaya, Bogor, dan Cianjur.

"Program bansos ini harus dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Daripada bermitra dengan perusahaan-perusahaan besar, kami memilih melibatkan banyak pelaku usaha dan UMKM di Jabar," katanya.

Untuk diketahui, bansos provinsi tahap tiga mulai digulirkan secara serentak ke 27 kabupaten/kota di Jabar sejak 27 Oktober 2020 lalu. Total jumlah penerima bansos 1.907.274 Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS).

Adapun pendistribusian dijadwalkan berlangsung selama 18 hari hingga 13 November 2020.

Sebanyak 45,1 persen penerima bansos ada di kawasan Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek) dan Bandung raya. Penerima di Bodebek ada 359.567 KRTS, sementara Bandung raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat ada 499.046 KRTS.

Daerah paling banyak menerima bansos, yakni Kota Bandung 9,88 persen. Disusul Kabupaten Bandung (9,26 persen), Kabupaten Bogor (7,55 persen), Kabupaten Bandung Barat (6,32 persen), dan Kabupaten Garut (5,65 persen).

Sementara daerah yang paling sedikit menerima bansos, yakni Kabupaten Pangandaran dengan jumlah 0,15 persen dari total KRTS Jabar.

Adapun bansos tahap ketiga berupa uang tunai Rp100.000, sembako senilai Rp250.000 meliputi sarden 155 gram sebanyak 5/4 kaleng, kornet satu kaleng besar/dua kaleng kecil, minyak goreng 1 liter, beras 5 kg, susu 5 pcs, vitamin C 1 paket, gula pasir 1 kg, garam 500 gram, dan masker 4 pcs.

(hyg/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK