Cara Ajukan Kredit Modal Usaha ke Bank di Kala Pandemi

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 10:21 WIB
Bank membuka kesempatan bagi korban corona yang mau mendapatkan modal untuk membuka usaha. Berikut cara mengajukannya. Bank membuka ruang bagi masyarakat korban corona yang ingin mendapatkan modal guna membuka usaha. Ilustrasi. (Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi covid-19 atau virus corona telah mengubah banyak hal. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan karena kantor tempat mereka bekerja melakukan efisiensi atau bahkan bangkrut.

Bagi seorang kepala keluarga, situasi ini tentu berat. Mereka harus memutar otak agar tetap dapat menafkahi keluarganya.

Menjadi wirausaha bisa menjadi salah satu opsi untuk bertahan hidup di tengah pandemi covid-19. Terlebih, pemerintah memiliki beberapa program yang memudahkan pelaku usaha ultra mikro atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mencari modal usaha.


Gayung bersambut. Sejumlah perbankan mengaku tak memberikan syarat khusus bagi masyarakat yang hendak mengajukan pinjaman ke bank guna memulai usaha di masa pandemi covid-19.

Semua cara dan syarat sama seperti sebelum ada pandemi. Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Santoso Liem mengungkapkan masyarakat bisa langsung ke cabang BCA untuk mengajukan modal usaha.

Pilihan lainnya, masyarakat bisa mengajukan lewat laman resmi BCA di bca.co.id.

"Untuk modal kerja langsung datang ke bank atau melalui laman resmi BCA," ucap Santoso kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/11).

[Gambas:Video CNN]

Untuk syarat, ia menjelaskan masyarakat yang hendak mengajukan kredit harus menyertakan bukti memiliki usaha, tidak termasuk dalam daftar hitam Bank Indonesia (BI), memiliki dokumen identitas diri berupa KTP dan NPWP, dokumen perizinan usaha, dokumen jaminan, serta data rekening koran minimal tiga bulan.

"Ini untuk usaha kecil, sementara kalau untuk usaha menengah butuh diteliti lebih jauh karena menyangkut risiko keuangan, kapasitas, dan bisnis model," tutur Santoso.

Dengan kata lain, syarat pengajuan kredit modal kerja untuk usaha kelas menengah lebih banyak ketimbang usaha kecil. Santoso bilang masyarakat bisa langsung datang ke cabang BCA untuk mendapatkan informasi lebih detail.

"Kalau usaha kecil biasa dokumennya sedikit berbeda dengan usaha menengah. Untuk lebih jelasnya langsung ke cabang," jelas Santoso.

Sementara itu mengutip laman resmi BCA, perusahaan menawarkan empat jenis kredit modal kerja kepada masyarakat. Itu adalah kredit lokal, installment loan, time loan, dan kredit ekspor.

Di sini, masyarakat bisa mengajukan pinjaman kredit modal di laman resmi BCA. Sebelum itu, masyarakat bisa membaca syarat-syarat yang harus dipenuhi, seperti fotokopi KTP, fotokopi NPWP, fotokopi kartu susunan keluarga, fotokopi KTP pasangan, fotokopi akta nikah, fotokopi akta cerai, fotokopi KTP dewan direksi dan komisaris, serta fotokopi KTP pemegang saham.

Selain itu, masyarakat juga harus menyiapkan dokumen agunan. Beberapa dokumen itu seperti fotokopi sertifikat agunan properti, fotokopi KTP dan NPWP pemilik agunan properti, fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB), fotokopi tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB) terakhir, fotokopi bukti bayar PBB terakhir, fotokopi bilyet deposito, fotokopi laporan keuangan audited, fotokopi laporan keuangan internal, dan fotokopi rekening bank lain minimal empat bulan terakhir.

Persyaratan untuk mendapatkan modal usaha di bank pelat merah pun tak jauh berbeda. Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Aestika Oryza mengatakan ada beberapa syarat yang berbeda untuk mengajukan modal usaha bagi usaha kecil dan menengah.

"Persyaratan modal tentu berbeda antara usaha bisnis segmen mikro, kecil, dan menengah," terang Aestika.

BRI memiliki program untuk kredit usaha rakyat (KUR) mikro dan KUR super mikro. Beberapa syarat untuk mendapatkan KUR mikro dengan plafon pinjaman sampai Rp50 juta, antara lain memiliki usaha minimal enam bulan, melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, tidak dipersyaratkan agunan tambahan.

Sementara, syarat-syarat mendapatkan KUR super mikro dengan plafon sampai Rp10 juta, yakni memiliki nomor induk kependudukan (NIK) yang valid, diutamakan untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan ibu rumah tangga, tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan modal kerja dari perbankan, belum pernah menerima KUR, legalitas usaha dapat berupa surat keterangan usaha dari RT atau RW, tidak ada pembatasan waktu pendirian usaha, dan tidak dipersyaratkan agunan tambahan.

"Agar tidak ditolak perbankan tentu masyarakat harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan," ujar Aestika.

Selain itu, perbankan juga akan menilai reputasi dari setiap masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha. Perusahaan juga akan mengecek kelayakan usaha dari setiap calon debitur.

"Pihak bank pasti akan melakukan pengecekan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait riwayat nasabah dalam menikmati fasilitas pinjaman sebelumnya serta analisa kelayakannya," kata Aestika.

Mengutip informasi dari laman resmi bri.co.id, bagi korporasi atau non UMKM yang hendak mengajukan kredit harus menyiapkan dokumen, seperti KTP, NPWP, kartu keluarga (KK), slip gaji, slip gaji, fotokopi buku tabungan BRI, surat rekomendasi dari atasan debitur, dan formulir permohonan pengajuan pinjaman.

Di sini, BRI juga tak memberikan batas nilai kredit untuk korporasi. Sementara, jangka waktu kredit korporasi ditentukan hingga 15 tahun atau usia debitur saat jatuh tempo maksimal 75 tahun.

Calon debitur, kata Aestika, bisa langsung mendatangi kantor cabang BRI untuk mendapatkan informasi lebih detail jika ingin mengajukan kredit modal kerja.

Bank lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga memiliki beberapa program kredit, baik untuk korporasi hingga UMKM. Mengutip laman resmi bankmandiri.co.id, perusahaan menawarkan program kredit usaha mikro (KUM).

Program itu ditujukan kepada pengusaha mikro untuk membiayai kebutuhan usaha produktif. Kredit ini memiliki batas hingga Rp200 juta dengan jangka waktu lima tahun.

Syarat yang harus dimiliki masyarakat untuk mengajukan kredit tersebut, antara lain warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia, usaha minimal dua tahun, usia minimal 21 tahun, belum pernah memperoleh fasilitas kredit, menyerahkan fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, fotokopi surat nikah, fotokopi NPWP, surat kelurahan usaha dari kelurahan, dan fotokopi buku tabungan Bank Mandiri.

Sementara, bagi korporasi atau usaha kelas menengah ke atas yang ingin mengajukan kredit modal kerja bisa langsung menghubungi kantor Bank Mandiri atau datang ke cabang terdekat.

Sebab, syarat untuk korporasi yang ingin mengajukan kredit modal kerja tak dijelaskan rinci di laman resmi Bank Mandiri. Hal yang pasti, korporasi bisa mengajukan kredit untuk jangka waktu maksimal satu tahun, pembiayaan akan diberikan maksimal 70 persen dari kebutuhan modal kerja, jaminan utama berupa usaha yang dibiayai, dan harus ada jaminan tambahan jika menurut penilaian bank diperlukan.

 

(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK