Ajak Brett King, BRI Edukasi Pekerja soal Revolusi Digital

BRI, CNN Indonesia | Sabtu, 26/12/2020 00:00 WIB
BRI tengah menghadapi tantangan untuk bertransformasi agar bisa menghadirkan layanan berbasis digital bagi kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Foto: Dok. BRI
Jakarta, CNN Indonesia --

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) tengah menghadapi tantangan untuk bertransformasi agar bisa menghadirkan layanan berbasis digital bagi kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Demi mewujudkan misi menjadi rumah bagi talenta terbaik bangsa (home to the best talent), BRI yang memiliki 9.400 unit kerja di Indonesia ini terus berupaya meningkatkan kompetensi pekerja.

Menjawab tantangan transformasi digital, BRI Corporate University menyelenggarakan edukasi dan diskusi daring dengan mengundang para ahli. Salah satu ahli tersebut adalah futuris dan penulis asal Australia yang dijuluki "The King of Disruptors", Brett King.

Brett King menerbitkan berbagai buku mengenai masa depan perbankan di tengah evolusi teknologi, juga menyoroti permulaan revolusi perbankan masa kini. Ia membagikan pandangannya mengenai tantangan yang harus dihadapi dan dijawab pelaku industri perbankan di era revolusi industri 4.0.


Ada beberapa aspek penting untuk membuat transformasi perbankan berjalan lancar, di antaranya aspek pembaruan layanan pembaruan layanan (future services), penyediaan kanal kolaborasi (omni channels), dan pengalaman matang di dunia perbankan (banking experiences).

Brett King menyampaikan pentingnya sebuah bank memberikan dukungan digital kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan di tengah arus digitalisasi, termasuk tranformasi layanan dari luring ke daring.

Direktur Human Capital BRI Herdy Harman Rosadi mengungkapkan diskusi dan edukasi ini memberi wawasan dan motivasi pada seluruh pekerja BRI mengenai teknologi perbankan terkini. Kegiatan ini diharapkan mampu memacu inovasi pekerja dalam meningkatkan layanan di BRI.

"Di dalam BRI sendiri, saat ini ada lima tantangan yang harus diatasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Kelima tantangan ini adalah finding the right size & competency, talent attraction, talent management, building culture system, and establishing agile & digital organization. Insan BRILian menghadapi era digitalisasi harus mampu bersaing di level internasional dan bertahan di masa pandemi," ujar Herdy.

(adv)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK