Pelaksana Klaim 46 Persen Peserta Kartu Prakerja Kerja Lagi

CNN Indonesia | Selasa, 29/12/2020 07:08 WIB
Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengklaim 46 persen peserta program sudah berhasil mendapatkan pekerjaan baru lagi usai mendapat pelatihan. Pelaksana mengklaim 46 persen peserta Kartu Prakerja sudah mendapatkan kerjaan usai mengikuti program pelatihan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja mengklaim 46 persen peserta program berhasil mendapatkan pekerjaan. Data tersebut mereka dapat dari hasil survei internal PMO Kartu Prakerja.

"Dari hasil survei evaluasi internal PMO ditemukan 46 persen penerima Kartu Prakerja yang dulunya ketika daftar menyatakan tidak bekerja, saat dia survei mengatakan sudah bekerja, baik sebagai karyawan, wirausaha, maupun freelance," terang Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni P Purbasari dalam acara Silaturahmi Wakil Presiden RI dengan Komunitas Kartu Prakerja, Senin (28/12).

Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jika 88,9 persen penerima Kartu Prakerja keterampilan kerjanya meningkat. Tak hanya meningkatkan keterampilan para penerima, ia menuturkan jika program Kartu Prakerja ini juga terbukti membantu ekonomi masyarakat di tengah pandemi.


Pasalnya, berdasarkan data BPS juga, sebanyak 81 persen penerima Kartu Prakerja memanfaatkan insentif untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan sisanya ditabung dan modal usaha.

"Jadi BPS telah memvalidasi sifat semi bantuan sosial Kartu Prakerja di masa pandemi, selain memberi pelatihan juga membantu daya beli masyarakat yang jatuh akibat pandemi," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menambahkan jika program Kartu Prakerja ini terbilang sukses. Alasannya, program ini telah berhasil memenuhi target peserta yakni 5,6 juta orang di 2020 ini.

[Gambas:Video CNN]

Atas kesuksesan itu, ia memastikan program Kartu Prakerja akan dilanjutkan di 2021 mendatang. Alasannya, banyak pendaftar program tersebut yang tidak diterima karena kuota terbatas.

"Program ini berhasil mencapai target kepesertaan 100 persen, yaitu 5,6 juta. Namun, karena pekerja yang telah mendaftar program Kartu Prakerja ini mencapai cukup besar 43 juta orang, maka pemerintah Insya Allah memutuskan melanjutkan kegiatan ini pada 2021 mendatang, Insya Allah," tuturnya.

Untuk diketahui, setiap peserta Kartu Prakerja mendapatkan total insentif sebesar Rp3,55 juta. Dana itu terdiri dari biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, insentif pasca pelatihan Rp600 ribu per bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp50 ribu untuk tiga kali survei.

(ulf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK