Dahlan Iskan Ungkap Pernah 'Puasa' Komentar soal BUMN

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 06:55 WIB
Menteri BUMN era SBY Dahlan Iskan mengungkap pernah puasa komentar soal Kementerian BUMN dan BUMN karena terikat janji 'tutup mulut'. Dahlan Iskan mengaku 'puasa' komentar soal BUMN karena terikat janji. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dahlan Iskan, eks menteri BUMN era Presiden SBY, mengungkapkan alasan kenapa ia tidak lagi 'puasa' berkomentar mengenai kementerian yang sempat dikepalainya tersebut.

Ia menyebut ada dua alasan utama ia mulai mengomentari gerak-gerik BUMN lagi. Pertama, karena ia telah lepas dari janji untuk 'tutup mulut' atau tak menyinggung BUMN selama 5 tahun setelah ia turun jabatan pada 2014 silam.

Selama lima tahun tersebut, Kementerian BUMN berada di bawah kendali Rini Soemarno. Kedua, karena kini Kementerian BUMN dipimpin oleh Erick Thohir.


Dahlan percaya Erick tak akan keberatan menerima pemikirannya. Itu didasari pada penilaiannya bahwa Erick memiliki keterbukaan dengan kritik dan ingin membawa BUMN di arah yang lebih baik.

Ia juga mengucapkan maaf atas kebungkamannya karena selama 5 tahun tersebut ia tak mengangkat panggilan dari siapapun yang mengontaknya.

"Kalau dulu saya 5 tahun penuh tidak mau berkomentar apapun tentang BUMN, maka ketika Pak Erick Thohir menjadi Menteri BUMN, saya tidak lagi puasa berkomentar kepada masalah BUMN," kata dia pada peluncuran buku Akhlak Untuk Negeri, Rabu (6/1).

Selama Erick menjabat, mantan direktur utama PT PLN (Persero) ini memang lantang mengeluarkan opininya.

Teranyar, ia memaparkan bahwa pembentukan super holding BUMN belum mendesak. Pasalnya, pembentukan super holding akan membutuhkan perombakan luar biasa mulai dari bentuk hingga kultur BUMN dan campur tangan politik yang sangat rumit.

[Gambas:Video CNN]

"Menurut pendapat saya super holding BUMN belum mendesak," ujarnya pada September lalu.

Selain itu, ia juga sempat menanggapi kemarahan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang merasa Pertamina diperas dalam proses paperless di Pertamina.

"Kesannya, Pertamina dalam keadaan sulit karena semua pihak mengganggu. Saya tidak bisa langsung paham apa hubungannya Peruri minta uang ke Pertamina. Kok kesannya, dari nada suara BTP (Ahok), seperti Peruri memeras Pertamina," ujar Dahlan lewat blognya disway.id beberapa waktu lalu.

(wel/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK