Beda Sekuritas dan Manajer Investasi

CNN Indonesia | Senin, 11/01/2021 10:34 WIB
Investor yang hendak berinvestasi di pasar modal tentu membutuhkan bantuan dari perusahaan efek. Berikut penjelasaan soal sekuritas dan manajer investasi. Investor yang hendak berinvestasi di pasar modal tentu membutuhkan bantuan dari perusahaan efek.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Investor yang hendak berinvestasi di pasar modal tentu membutuhkan bantuan dari perusahaan efek. Mengutip laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan efek adalah pihak yang melakukan kegiatan usaha dan memiliki izin OJK sebagai Penjamin Emisi Efek (PEE), Perantara Pedagang Efek (PPE), dan atau Manajer Investasi (MI).

Sementara itu, efek yang dimaksud meliputi surat berharga, yaitu surat pengakuan utang dan surat berharga komersial. Lalu, saham, obligasi, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menjelaskan perusahaan efek terbagi menjadi 2, meliputi perusahaan sekuritas dan manajer investasi (MI). Namun, kerap kali investor kebingungan mengenai perbedaan perusahaan sekuritas dan MI.


"Perusahaan efek terbagi menjadi 2, yaitu perusahaan sekuritas dan manajer investasi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Berikut perbedaan antara perusahaan sekuritas dan MI sebagaimana yang dirangkum oleh CNNIndonesia.com.

Perusahaan Sekuritas

Hendriko menjelaskan perusahaan sekuritas merupakan perusahaan perantara jual dan beli efek, atau melakukan kegiatan Penjamin Emisi Efek (PEE) dan Perantara Pedagang Efek (PPE).

"Layanan yang diberikan berupa layanan broking atau menjadi perantara jual dan beli efek, serta rekomendasi terhadap saham pilihan dari sekuritas tersebut," jelasnya.

Ketentuan mengenai perusahaan sekuritas ini diatur dalam Peraturan OJK Nomor 20/POJK.04/2016 tentang Perizinan Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek.

Perseroan yang melakukan kegiatan usaha sebagai penjamin emisi efek dan atau perantara pedagang efek wajib memiliki izin usaha dari OJK. Data OJK per Agustus 2020 sebanyak 123 perusahaan sekuritas di yang terdaftar resmi di OJK.

Izin usaha perusahaan efek sebagai penjamin emisi efek berlaku juga sebagai izin usaha perantara pedagang efek. Namun, izin usaha sebagai perantara pedagang efek tidak berlaku sebagai izin usaha penjamin emisi efek.

Sebagai penjamin emisi efek, perusahaan sekuritas memiliki kegiatan utama yakni penjaminan emisi efek dan kegiatan lain yang berkaitan dengan aksi korporasi dari perusahaan yang akan melakukan penawaran umum.

Meliputi, pemberian nasihat dalam rangka penerbitan efek, penggabungan, peleburan, pengambilalihan, dan atau restrukturisasi, serta kegiatan lain yang ditetapkan dan disetujui oleh OJK.

Sedangkan sebagai perantara pedagang efek, perusahaan sekuritas menjalankan kegiatan utama yaitu transaksi efek untuk kepentingan sendiri dan pihak lain, serata pemasaran efek untuk kepentingan perusahaan efek lain.

Manajer Investasi

Sementara itu, Hendriko menjelaskan jika MI adalah perusahaan yang bertugas mengelola dana. Dengan kata lain, investor mempercayakan dana investasinya untuk dikelola oleh pihak MI.

"Jasa yang diberikan berupa pengelolaan dana seperti dalam bentuk reksa dana," jelasnya.

Aturan mengenai MI tertuang dalam POJK Nomor 24/POJK.04/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-fungsi Manajer Investasi. Pihak yang dapat melakukan kegiatan usaha sebagai MI adalah perusahaan efek yang telah memperoleh izin usaha sebagai MI dari OJK.

Dalam aturan itu, yang disebut sebagai MI adalah perusahaan yang usahanya mengelola portofolio efek atau investasi kolektif untuk para nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya.

Dalam MI terdiri dari wakil MI, komite investasi dan tim pengelola investasi. Wakil MI adalah orang yang bertindak mewakili kepentingan MI, lalu komite investasi yang bertugas mengarahkan dan mengawasi tim pengelola investasi dalam menjalankan kebijakan dan strategi investasi, sedangkan pengelola investasi yang bertugas mengelola portofolio efek dan investasi kolektif untuk para nasabah.

Dalam kegiatan usahanya, MI menjalankan sejumlah fungsi. Meliputi fungsi investasi dan riset, perdagangan, penyelesaian transaksi efek, manajemen risiko, kepatuhan, dan audit internal.

Selanjutnya, fungsi pemasaran dan penanganan pengaduan nasabah, teknologi informasi, akuntansi dan keuangan, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK