Kemenag Sebut Produk Buatan RI Sulit Bersaing di Arab Saudi

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 09:58 WIB
Kementerian Agama menyebut barang  buatan Indonesia masih sulit bersaing dari segi harga ataupun kuantitas di pasar internasional, seperti di Arab Saudi. Kementerian Agama menyebut barang buatan Indonesia masih sulit bersaing dari segi harga ataupun kuantitas di pasar internasional, seperti di Arab Saudi.Ilustrasi. (CNN Indonesia/Chandra Erlangga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Agama (Kemenag) menyebut barang-barang buatan Indonesia masih sulit bersaing dari segi harga ataupun kuantitas di pasar internasional, seperti di Arab Saudi. Maka tak heran jika pasar konsumsi Arab Saudi didominasi oleh produk-produk dari Thailand, Vietnam, dan India.

"Selama ini ketersediaan barang-barang tersebut yang berasal dari Indonesia masih sangat terbatas di Arab Saudi. Sebagian besar masih didominasi produk-produk yang berasal dari sejumlah negara seperti Thailand, Vietnam, dan India," jelas Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid pada konferensi pers daring, Rabu (13/1).

Menyikapi kondisi tersebut, dia menyatakan pihaknya bersama dengan KJRI di Jeddah serta Asosiasi Perusahaan Ekspor Impor di Arab Saudi menggelar pameran produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia.


Tak hanya memasarkan produk dalam negeri kepada konsumen negara asal, ia menilai ada peluang besar untuk memasarkan produk mamin untuk WNI baik yang melakukan ibadah ke Tanah Suci, maupun yang bekerja atau ekspatriat.

Dalam keadaan normal, setiap tahunnya ia mencatat RI mengirim sebanyak 221 ribu jemaah Haji dan 1 juta jemaah Umrah. Untuk ibadah Haji ia menyebut setiap jemaah mendapatkan 75 kali porsi makan sepanjang perjalanan.

Jika dikalikan dengan jumlah jemaah, ada sekitar 16,5 juta porsi makanan yang dijualkan kepada jemaah asal Indonesia. Ini belum menghitung snacks atau konsumsi makanan ringan jemaah.

Oleh karena itu, Kemenag bersama dengan Kementerian Perdagangan,serta Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dalam memasarkan produk mamin dari Indonesia.

Di tahap awal, baru ada 5 produk yang akan diekspor yakni sambal, kopi, teh, gula, dan kecap. Harapannya, kelima produk tersebut akan mampu mengawali rentetan ekspor produk-produk lainnya.

"Agar jemaah tidak bosan akan menu makanan yang mereka konsumsi, diperlukan berbagai strategi kebijakan antara lain melalui penyediaan makanan dengan menu nusantara," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK