Pemerintah Siapkan Insentif Dorong Penggunaan Kompor Listrik

CNN Indonesia | Kamis, 14/01/2021 05:58 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan anggaran insentif agar masyarakat mau beralih dari kompor gas ke listrik atau induksi. Pemerintah tengah menyiapkan anggaran insentif agar masyarakat mau beralih dari kompor gas ke listrik atau induksi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah tengah menyiapkan anggaran insentif untuk mendorong masyarakat beralih dari kompor gas ke kompor listrik atau induksi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan hal serupa pernah dilakukan pemerintah saat mendorong peralihan kompor minyak tanah ke kompor gas.

"Dulu kita melakukan konversi minyak tanah dengan elpiji 3 kilo, ada paket, perdana dikasih tabung melon satu kan dulu, dan kompornya. Baru kemudian dilepas dan bergulir ujung-ujungnya masyarakat kita, alhamdulillah, mampu meninggalkan ketergantungan ke minyak tanah," ucapnya dalam video conference, Rabu (13/1).


Menurut Rida banyak hal yang menyebabkan masyarakat masih enggan menggunakan kompor listrik. Beberapa di antaranya adalah ketakutan naiknya tagihan listrik, mahalnya biaya perawatan hingga aspek keamanan.

Namun, ia yakin berbagai ketakutan tersebut bisa ditekan dengan memasifkan sosialisasi. "Masyarakat itu kan seeing is believing. Makanya, kami perlu terus menjelaskan ke masyarakat soal ini," ujar Rida.

Sebelumnya, Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Hariyanto mengatakan beralihnya masyarakat dari kompor gas menuju kompor listrik diperlukan untuk mewujudkan efisiensi energi 17 persen pada 2025 seperti ditetapkan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Tak hanya kompor, peralatan rumah tangga lain seperti televisi, air conditioner (AC), kulkas, hingga lampu harus didorong untuk menggunakan teknologi yang hemat listrik.

[Gambas:Video CNN]

"Agar peralatan yang beredar di market nasional itu adalah peralatan-peralatan yang memang efisien sehingga secara langsung kita bisa menghindari pemborosan penggunaan energi," tuturnya beberapa waktu lalu.

Namun, khusus kompor listrik, penggunaannya bukan hanya bermanfaat untuk efisiensi melainkan juga untuk mengurangi beban neraca perdagangan Indonesia karena besarnya impor LPG.

"Seperti kita ketahui, saat ini jika kita menggunakan elpiji 70 persennya kurang lebih impor. Bagaimana substitusinya? Kami dari Direktorat Konservasi Energi menggagas bagaimana kalau penggunaan itu bisa disubstitusi dengan kompor induksi," imbuhnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK