Harga Daging Sapi Mahal, Hamburger Bisa Ciut Jadi Mini Burger

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 15:49 WIB
Pengusaha restoran memilih untuk mengurangi porsi menu dibandingkan menaikkan harga di tengah kenaikan harga daging sapi. Pengusaha restoran memilih untuk mengurangi porsi menu dibandingkan menaikkan harga di tengah kenaikan harga daging sapi. Ilustrasi. (Pixabay/skeeze).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengusaha restoran lebih memilih untuk mengurangi porsi menu ketimbang menaikkan harga di tengah kenaikan harga daging sapi. Salah satunya dengan menyulap hamburger menjadi mini burger.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Restoran Emil Arifin menanggapi dampak mahalnya harga daging sapi terhadap kelangsungan bisnis restoran.

"Karena sekarang sulit untuk menaikkan harga, nanti tidak ada yang beli. Jadi paling dikurangi saja menu dagingnya, misal hamburger jadi mini burger, tapi menunya tetap ada," ujar Emil kepada CNNIndonesia.com, Rabu (20/1).


Emil berharap konsumen maklum karena harga daging sapi tengah meningkat, termasuk bagi para pengusaha restoran yang mendapat daging dari distributor. Ia mencatat harga daging sapi yang saat ini harus dibayar pengusaha restoran sekitar Rp105 ribu sampai Rp110 ribu per kg.

Padahal, sebelumnya harga daging sapi yang dibayar pengusaha restoran hanya berkisar Rp90 ribu sampai Rp95 ribu per kg. "Naik 10 persen sampai 15 persen, tergantung kualitasnya," katanya.

Lebih lanjut, Emil mengatakan perubahan porsi menu menjadi yang paling memungkinkan untuk dilakukan karena restoran tetap membutuhkan menu berbahan daging.

Khususnya, untuk memberi promosi kepada konsumen di tengah sepinya kunjungan masyarakat ke restoran di tengah Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari sampai 25 Januari 2021.

"Soalnya sekarang harus beri promo, misal buy 2 get 1 free, itu misal seporsinya Rp100 ribu, sebenarnya harus bayar Rp300 ribu, tapi karena promo kami beri Rp200 ribu. Nah, kalau bahan bakunya lagi mahal, ya pasti tidak tertutup harganya, jadi kurangi porsinya," tuturnya.

Untuk itu, Emil berharap pemerintah segera mempertimbangkan kebijakan yang bisa menolong bisnis restoran. Pasalnya, restoran sudah tertekan kebijakan PPKM dan kini harus menghadapi kenaikan harga daging sapi.

Di sisi lain, Emil mengungkapkan sempat mendengar kenaikan harga daging sapi belakangan ini terjadi karena kuota impor untuk importir skala kecil dibatasi. Sementara importir skala besar masih bisa mengimpor.

"Ini yang saya dengar, impornya dibatasi, tapi tidak tahu dibatasi siapa. Yang importir kecil dibatasi, sehingga tidak dapat, yang besar-besar saja yang impor," celetuknya.

[Gambas:Video CNN]

Saat ini, harga daging sapi meningkat di tingkat eceran seperti pasar-pasar di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Harganya kini berada di kisaran Rp130 ribu per kg.

Kondisi ini merugikan pedagang karena sepi pembeli. Maka dari itu, pedagang daging sapi memilih mogok jualan pada hari ini sampai Jumat (22/1) mendatang.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK