Penurunan Pasokan Angkat Harga Minyak

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 07:13 WIB
Harga minyak dunia menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Senin (25/1) waktu AS akibat terangkat oleh rencanan stimulus AS dan penurunan pasokan. Harga minyak dunia menguat tertopang oleh prospek stimulus ekonomi sebesar US$1,9 triliun yang akan digelontorkan pemerintahan Joe Biden demi mendorong ekonomi. Ilustrasi. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak menguat sekitar satu persen pada akhir perdagangan Senin (25/1) waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa (26/1) pagi WIB.  Dikutip dari Antara, Selasa (26/1), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 47 sen atau 0,9 persen menjadi 55,88 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret, berakhir 50 sen atau 1,0 persen lebih tinggi pada 52,77 dolar AS per barel.


Kenaikan itu terangkat optimisme pasar atas rencana pemerintah AS menggelontorkan stimulus untuk memulihkan ekonomi yang tertekan corona. Selain itu, penguatan juga ditopang proyeksi pasar atas penurunan pasokan minyak.

Hanya saja, kenaikan harga tersebut dibatasi oleh kekhawatiran permintaan akibat kebijakan penguncian yang dilakukan sejumlah negara untuk mencegah penyebaran virus corona.

Para pejabat dalam pemerintahan Presiden AS Joe Biden pada pertemuan dengan anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat pada Minggu (24/1) lalu mencoba mengatasi kekhawatiran Partai Republik bahwa proposal bantuan pandemi senilai US$1,9 triliun itu terlalu mahal.

"Presiden Biden yang baru dilantik tampaknya mendorong persetujuan cepat dari paket bantuan pandemi senilai US$1,9 triliun yang diusulkannya. Ini sebuah perkembangan yang ditafsirkan oleh pasar sebagai indikasi jelas bahwa pemerintahan baru AS bertujuan memulai pemulihan ekonomi, yang secara alami akan menguntungkan konsumsi bahan bakar," kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak Rystad Energy.

Di sisi pasokan, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya mematuhi pembatasan produksi minyak rata-rata 85 persen pada Januari ini. Petro-Logistics menyatakan data menunjukkan bahwa kelompok tersebut telah meningkatkan kepatuhannya pada pembatasan pasokan yang disepakati.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK