OJK Restui Merger Tiga Bank Syariah BUMN

CNN Indonesia | Kamis, 28/01/2021 07:55 WIB
OJK merestui merger 3 bank syariah BUMN, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah. Mereka izinkan bank hasil merger bernama Bank Syariah Indonesia. OJK merestui merger tiga bank syariah BUMN dan mengizinkan mereka memakai nama Bank Syariah Indonesia. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merestui penggabungan (merger) tiga bank BUMN syariah. Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan izin tersebut tertuang dalam surat bernomor SR-3/PB.1/2021 tentang Pemberian Izin Penggabungan PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah ke dalam PT Bank BRI Syariah Tbk.

Selain memberikan izin merger, OJK juga mengizinkan tiga bank syariah tersebut menggunakan nama PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Namun, BSI akan menggunakan izin usaha BRI Syariah dalam menjalankan bisnisnya.

"Izin perubahan nama dengan menggunakan izin usaha PT Bank BRI Syariah Tbk, menjadi izin usaha atas nama PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai bank hasil penggabungan," ujar Anto dalam keterangan resmi, kemarin (27/1).


Setelah ini, BSI akan melakukan pengurusan perubahan anggaran dasar di Kementerian Hukum dan HAM, serta perubahan atau pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Seperti diketahui, tiga bank BUMN syariah yang melakukan merger meliputi PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah.

Nantinya, bank hasil merger memiliki aset mencapai Rp214,6 triliun, dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Selain itu, bank hasil merger akan membiayai UMKM hingga proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar

Sementara itu, komposisi pemegang saham pada entitas baru nanti mayoritas digenggam oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar 51,2 persen.

[Gambas:Video CNN]

Kemudian, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebanyak 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen, dan publik 4,4 persen.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya menargetkan proses penggabungan rampung pada Februari 2021. Ketiga bank tersebut juga telah menandatangani akta penggabungan yang menandakan dimulainya proses penggabungan.

"Kami bersyukur tiga bank yang akan di merger telah melakukan penandatanganan akta penggabungan di mana ini merupakan langkah awal untuk legal merger yang sedianya akan terjadi pada Februari 2021," katanya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK