Amankan Pangan, Ridwan Kamil Tebar Bibit Padi ke 5 Juta Anak

CNN Indonesia | Jumat, 05/02/2021 17:16 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menebar bibit padi ke 5 juta anak anggota pramuka demi mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat covid-19. Ridwan Kamil membagikan bibit padi ke 5 juta anak anggota pramuka sebagai antisipasi atas ancaman krisis pangan akibat corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan 5 juta anggota pramuka di Jawa Barat akan diberikan minimal satu pot atau polybag padi. Hal itu diberikan untuk dipelihara dan ditanam di rumah masing-masing.

"Kata siapa menanam padi harus di sawah. Mulai bulan depan, 5 juta anak-anak anggota pramuka Jawa Barat akan diberikan minimal satu pot," tulis pria akrab disapa Kang Emil lewat akun resmi Twitter-nya bernama @ridwankamil, dikutip Jumat (5/2).


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, sambung Kang Emil, akan memberikan bibitnya untuk dipelihara oleh anggota pramuka. Kemudian, Pemprov Jawa Barat akan membeli hasil panennya.

"Sambil melatih anak-anak kota untuk mulai berlatih urban farming. Semoga dengan konsep ini, potensi krisis pangan karena covid-19 bisa kami hindarkan," terang Kang Emil.

Sebelumnya, Kang Emil mengajak 5.000 pemuda menjadi petani. Hal itu ia sampaikan lewat akun Twitter-nya pada akhir Januari 2021 lalu.

"Dicari 5.000 anak muda Jawa Barat yang mau bela negara dengan menjadi petani 4.0," katanya.

Ia menyatakan anak muda Jawa Barat sebaiknya bergabung menjadi petani ketimbang menganggur, banyak rebahan, dan melamun. Kang Emil menjanjikan sudah ada modal yang siap diberikan bagi anak muda Jawa Barat yang ingin bergabung dalam program itu.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, anak muda yang akan menjadi petani tak perlu pusing soal siapa yang akan membeli hasil tanamnya saat musim panen tiba. Sebab, Kang Emil memastikan hasil tanamnya akan dibeli oleh PT Agro Jabar.

Ia menambahkan produksi pertanian di Jawa Barat bisa dua kali lipat hanya dengan mengonsumsi air 20 persen dari biasanya. Hal itu berkat teknologi pertanian infus yang diterapkan.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK