Syarat Baru Penumpang Pesawat Internasional Bandara AP II

CNN Indonesia | Rabu, 10/02/2021 11:30 WIB
PT Angkasa Pura II menerapkan syarat baru bagi penumpang pesawat rute internasional di bandara yang dikelola perusahaan. Berikut rinciannya. PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menerapkan syarat baru bagi penumpang pesawat rute internasional di bandara yang dikelola perusahaan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang pesawat rute internasional di bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II harus mematuhi sejumlah syarat terbaru mulai 9 Februari 2021 hingga waktu yang tidak ditentukan.

Kebijakan itu sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 19/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19, dan SE Kementerian Perhubungan Nomor 21/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19.

Kedua SE Kemenhub sejalan dengan SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 7/2021, SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 8/2021, dan SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 9/2021.


"Bandara Soekarno-Hatta akan menjadi fokus utama, karena posisi bandara ini sangat vital di tengah pandemi Covid-19 di mana menjadi pusat kedatangan seluruh penerbangan internasional dan juga menjadi bandara jangkar bagi penerbangan domestik," ujar Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan resmi, Rabu (10/2).

Untuk mendukung pelaku perjalanan dalam memenuhi persyaratan penerbangan, bandara AP II menyediakan fasilitas Airport Health Center sebagai tempat melakukan tes covid-19, baik itu rapid test antigen atau RT-PCR bagi calon penumpang pesawat.

"Di Bandara Soekarno-Hatta, AP II setiap hari juga berkoordinasi dengan maskapai untuk mendukung kelancaran proses menuju lokasi karantina bagi penumpang pesawat internasional yang baru tiba," ujarnya.

Berikut syarat perjalanan penumpang rute domestik di bandara AP II:

Pertama, Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) yang terbang ke wilayah Indonesia harus membawa hasil negatif tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan

Kedua, WNA yang boleh masuk ke Indonesia adalah pemegang visa dan izin tinggal dalam masa adaptasi kebiasaan baru, sesuai skema Travel Corridor Arrangement (TCA), dan mendapatkan pertimbangan/izin khusus dari kementerian/lembaga.

Ketiga, pada saat kedatangan di Indonesia, terhadap WNI dan WNA dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina 5x24 jam.

Keempat, bagi WNI yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI), pelajar/mahasiswa, dan pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri, karantina dilakukan di Wisma Pademangan dengan biaya ditanggung pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

Kelima, bagi WNI di luar kriteria di atas, dan bagi WNA termasuk diplomat asing di luar kepala perwakilan asing, karantina dilakukan di tempat akomodasi karantina yang telah mendapat sertifikasi dari Kementerian Kesehatan dengan biaya ditanggung sendiri.

Keenam, setelah karantina 5x24 jam dilakukan, baik WNI maupun WNA wajib melakukan tes RT-PCR kembali.

(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK