Pekerja Sudah Laporkan Dugaan Korupsi Garuda Sejak 2005

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 06:34 WIB
Serikat Karyawan Garuda mengklaim telah mengetahui dan melaporkan dugaan korupsi pengadaan pesawat sejak 2005. Serikat Karyawan Garuda mengklaim telah mengetahui dan melaporkan adanya dugaan korupsi pengadaan pesawat sejak 2005.Ilustrasi. (ANTARA FOTO/AMPELSA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Serikat Karyawan (Sekarga) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendukung langkah pengembalian 12 pesawat Bombardier CRJ1.000 yang digunakan perusahaan ke Nordic Aviation Capital (NAC).

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty mengatakan pihaknya juga mendukung pelaporan atas siapa pun yang diduga melakukan korupsi pengadaan pesawat ke KPK.

Pasalnya, sebelum dugaan korupsi pesawat Bombardier mencuat, Sekarga telah mengetahui dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia, bahkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


"Sejak lama permasalahan pengadaan pesawat banyak hal yang patut diduga telah terjadi praktik korupsi," tuturnya dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com Senin (15/2).

Ia mengklaim pengurus Sekarga telah melaporkan dugaan korupsi tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 22 September 2005. Dalam surat itu dilampirkan pula bukti transaksi terkait dugaan adanya praktik korupsi, salah satunya transaksi pesawat Boeing 737 NG.

Sekarga, lanjutnya, juga telah berkali-kali mengirimkan surat kepada Menteri BUMN baik di era SBY maupun era Presiden Joko Widodo terkait dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia.

Beberapa eks menteri yang pernah dikirimkan surat tersebut di antaranya Sugiarto, Sofyan Djalil, Mustafa Abu Bakar, Dahlan Iskan, serta Rini Soemarno. Namun, klaim Tomy, tak satu pun menteri memberikan respons atas surat tersebut.

CNNIndonesia.com menerima salah satu surat yang pernah dikirimkan Sekarga pada Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar pada 1 September 2010.

Dalam surat bernomor SKGA-4/0126/IX/10 itu, Sekarga menyampaikan indikasi tindak pidana korupsi dalam pengadaan pesawat Boeing 737-800 dengan pola sell and lease back dan perkiraan kerugian negara US$28.453.200.

"Proses pengadaan pesawat tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama Bapak Emirsyah Satar Bapak Eddy Purwanto Direktur Keuangan dan beberapa pejabat setingkat di bawah direksi...," tulis Sekarga dalam surat tersebut.

Seperti diketahui, Emirsyah Satar dihukum 8 tahun penjara dalam kasus korupsi dan pencucian uang pembelian pesawat hingga pemeliharaan pesawat di Garuda Indonesia. Sementara Eddy sempat diperiksa KPK soal proses pengadaan pesawat dan mesin pesawat di maskapai tersebut.

Selain kepada Menteri BUMN, Sekarga juga mengklaim telah berkali-kali mengirimkan surat ke Presiden SBY terkait dugaan korupsi pengadaan pesawat di Garuda Indonesia.

Namun, mulai dari surat pertama hingga surat ketiga yang dikirim Sekarga ke Istana Negara tak pernah direspons. "1.000 surat kami kirim ke Istana Negara dikirim via Kantor Pos Pasar Baru juga tidak ada respons," pungkas Tomy.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Sofyan Djalil, Dahlan Iskan, Rini Soemarno dan nama yang bersangkutan lainnya untuk meminta konfirmasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada yang memberikan jawaban.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK