Menilik Harga Bitcoin dari Rp45 Ribu Sampai Rp700 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 10:27 WIB
Harga bitcoin terus meningkat sejak 2012 di kisaran US$5-US$7 menjadi US$700 pada 2014 dan terus mendaki ke US$50,47 ribu pada 16 Februari 2021. Bappebti mencatat harga bitcoin terus meningkat sejak 2012 di kisaran US$5-US$7 menjadi US$700 pada 2014 dan terus mendaki ke US$50,47 ribu pada 16 Februari 2021. (iStockphoto/skodonnell).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat harga bitcoin sebagai salah satu instrumen aset kripto yang terus meningkat sejak 2012. Bahkan, kini harga cryptocurrency itu sudah setara dengan satu unit rumah.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappepti Sahudi mengatakan harga bitcoin pada 2012 sebesar US$5-US$7. Jika dihitung dengan kurs saat itu yang sekitar Rp9 ribu per dolar AS, maka harga bitcoin sekitar Rp45 ribu-Rp63 ribu.

Kemudian, harga bitcoin melonjak menjadi US$700 pada 2014. Artinya, harga bitcoin tembus menjadi Rp8,4 juta karena kurs saat itu berada di kisaran Rp12 ribu per dolar AS.


Lalu, harga bitcoin semakin meroket mencapai US$13.657 pada 2018 atau Rp182 juta. Saat itu, kurs rupiah berada di kisaran Rp14 ribu per dolar AS.

Selanjutnya, harga bitcoin semakin menguat pada 2021. Tercatat, harga bitcoin pada 16 Februari 2021 tembus harga tertingginya, yakni US$50,47 ribu.

Jika dikalikan dengan kurs saat ini yang masih sekitar Rp14 ribu per dolar AS, maka harga bitcoin sudah tembus Rp700 juta. Kenaikan harga bitcoin yang berkali-kali lipat sejak 2012 ini membuat masyarakat semakin tertarik.

Sahudi menyarankan masyarakat untuk berpikir dua kali untuk membeli bitcoin saat harga selangit. Berdasarkan data yang dimilikinya, harga sekeping bitcoin sebesar Rp684 juta pada perdagangan 15 Februari 2021.

"Harga satu bitcoin dalam rupiah mencapai Rp684 juta. Bayangkan, ini harganya sudah hampir sama dengan harga satu unit rumah, hati-hati. Ini menariknya di sini karena harganya terus meningkat," ucap Sahudi dalam webinar Mengenal Perdagangan Fisik Aset Kripto di Indonesia, dikutip Jumat (19/2).

Sahudi mengingatkan bahwa bitcoin atau kripto lainnya tidak dianggap sebagai alat bayar sah di Indonesia, melainkan sebagai komoditi.

Hal ini tertuang dalam UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menetapkan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK