Alasan Indofood Pecah Kongsi dengan PepsiCo

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 18:44 WIB
Indofood mengungkap alasan manajemen putus kerja sama dengan Fritolay selaku afiliasi dari PepsiCo. Indofood mengungkap alasan manajemen putus kerja sama dengan Fritolay selaku afiliasi dari PepsiCo.(iStockphoto/jfmdesign).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk menyatakan manajemen putus kerja sama dengan Fritolay Netherlands Holding B.V (Fritolay) selaku afiliasi dari PepsiCo Inc., (PepsiCo) karena alasan komersial.

Pecah kongsi ini membuat Indofood membeli seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).

"Transaksi ini dilakukan karena alasan komersial," ucap Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A Putro kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/2).


Namun, Gideon tak menjelaskan lebih lanjut alasan komersial seperti apa yang membuat kerja sama antara Indofood CBP Sukses Makmur dan PepsiCo dihentikan. Kemitraan Indofood dengan PepsiCo diketahui telah terjalin selama 30 tahun.

Indofood CBP Sukses Makmur kini memiliki 100 persen saham di IFL. Sebelumnya, 49 persen saham IFL dimiliki oleh PepsiCo lewat Fritolay.

Gideon mengatakan nilai transaksi atas pembelian seluruh saham PepsiCo di IFL sebesar Rp494 miliar. Transaksi itu sekaligus akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk PepsiCo.

Hal ini harus diselesaikan dalam waktu enam bulan sejak transaksi pembelian saham dilakukan. Artinya, penghentian produksi dan penjualan produk PepsiCo akan berhenti mulai Agustus 2021.

Sementara, manajemen PepsiCo sepakat untuk menghentikan produksi, mengemas, menjual, atau memasarkan produk makanan ringan, seperti Lays, Doritos, termasuk Cheetos, yang bersaing dengan produk IFL di Indonesia.

Kesepakatan itu berlaku sejak Agustus 2021 hingga tiga tahun ke depan, yakni 2024. Namun, perusahaan akan tetap menawarkan produk Quaker Oat di Indonesia.

PepsiCo berharap dapat kembali ke pasar Indonesia sesegera mungkin. Namun, manajemen tidak memastikan apakah Lays, Doritos, serta Cheetos akan langsung dipasarkan lagi setelah 2024.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK