Dikutip dari situs resmi Forbes, Selasa (10/9), 11 perusahaan Indonesia tersebut adalah PT Adaro Energy Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bayan resources, PT Chandra Asri Petrochemical, PT Gudang Garam Tbk, PT Indah Kiat Pulp and Paper, PT Indofood Sukses Makmur, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Mayora Indah Tbk, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart).
Dari 11 perusahaan tersebut, Forbes menobatkan Gudang Garam sebagai perusahaan dengan performa terbaik di Indonesia dengan pendapatan US$6,72 miliar atau setara dengan Rp94,2 triliun. Posisi Gudang Garam disusul oleh BCA sebesar US$5,25 miliar atau setara dengan Rp73,53 triliun, Indofood dengan nilai US$5,2 miliar atau setara Rp72,8 triliun, dan Alfamart dengan pendapatan US$4,69 miliar atau setara Rp65,77 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima negara tersebut kemudian disusul oleh India sebanyak 19 perusahaan dan Thailand sebanyak 14 perusahaan. Di sisi lain, negara yang paling sedikit berada di dalam daftar tersebut adalah Vietnam dan Filipina yang masing-masing berjumlah tujuh dan delapan perusahaan.
Menurut Forbes, daftar ini dibuat demi melengkapi 200 perusahaan dengan performa baik dengan pendapatan di bawah US$1 miliar atau biasa disebut Asia's Best Under a Billion. 200 perusahaan ini pun sudah disaring dari 3.200 perusahaan di Asia dan diseleksi berdasarkan beberapa kriteria seperti rerata penjualan dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan pendapatan operasi, dan proyeksi pertumbuhan pendapatan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)