Bappenas Was-was Ekonomi Kuartal I 2021 Turun dari Tahun Lalu

CNN Indonesia | Senin, 22/02/2021 18:57 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa harap-harap cemas pertumbuhan ekonomi kuartal 1 2021 minus karena pandemi virus corona. Kepala Bappenas Suharso Monoarfa harap-harap cemas pertumbuhan ekonomi kuartal 1 2021 minus karena pandemi virus corona. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengaku harap-harap cemas dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021. Pasalnya, awal tahun ini, ekonomi masih tertekan dampak pandemi virus corona (covid-19).

Menurutnya, ruang realisasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada kuartal I 2021 dibandingkan kuartal IV 2020 masih ada. Sebab, kuartal IV 2020 realisasinya negatif 2,19 persen.

Tapi, ia khawatir dengan perbandingan realisasi kuartal I 2021 dari kuartal I 2020 yang positif 2,97 persen.


"Sekarang kita harap-harap cemas di kuartal I 2021, mudah-mudahan kalau dibandingkan kuartal IV 2020 ada pergerakan positif, tapi kita belum bisa berharap kalau dibandingkan ekonomi kuartal I 2020, kan masih positif," ucap Suharso dalam konferensi pers virtual dengan awak media, Senin (22/2).

Suharso mengatakan pertumbuhan ekonomi tanah air pada tiga bulan pertama sangat tergantung pada laju pertambahan jumlah kasus harian covid-19. Maka dari itu, pemerintah mengambil kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro untuk menahan mobilitas yang kerap mempengaruhi laju pertambahan kasus harian.

"Karena kita ingin flating kasus," imbuhnya.

Menurut Suharso, menahan laju pertambahan kasus agar tetap flat memang memiliki konsekuensi menurunnya konsumsi masyarakat dalam waktu singkat. Namun, ia berharap bila pertambahan kasus sudah flat, maka nantinya mobilitas bisa ditingkatkan dan menggerakkan ekonomi lagi.

[Gambas:Video CNN]

"Kami harap dari sisi demand itu mulai bergerak, akibatnya akan dorong supply, sehingga pergerakan ekonomi bisa bagus lagi," jelasnya.

Cara lain yang juga dilakukan pemerintah adalah dengan menjalankan program vaksinasi nasional. Targetnya, sekitar 70 juta dari total 180 juta sasaran distribusi vaksin, bisa selesai lebih cepat dari asumsi awal September menjadi Juli 2021.

"Kalau bisa dipercepat, 39 persen dari 180 juta sekitar 70 juta itu bisa dipercepat, misal Juli, maka akan terjadi flating the curve dari pertambahan kasus, dan saya kira ekonomi bisa lebih baik," pungkasnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK