Produksi AS Naik, Harga Minyak Dunia Turun

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 07:41 WIB
Harga minyak dunia menguat di tengah penurunan produksi AS akibat cuaca dingin ekstrem. Harga minyak dunia menguat di tengah penurunan produksi AS akibat cuaca dingin ekstrem. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Agus Triyono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak naik ke level tertinggi baru dalam 13 bulan terakhir pada Rabu (24/2), waktu Amerika Serikat (AS). Kenaikan terjadi usai rilis data penurunan produksi minyak AS setelah penutupan besar-besaran fasilitas produksi di Texas karena cuaca dingin ekstrem.

Tercatat, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April menguat US$1,67 atau 2,6 persen menjadi US$67,04 per barel. Patokan global ini sempat menyentuh level tertinggi US$67,30 per barel, tertinggi sejak 8 Januari 2020.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April terangkat US$1,55 atau 2,5 persen pada US$63,22 per barel, setelah menyentuh level US$63,37 per barel, tertinggi sejak 8 Januari 2020.


Mengutip Antara, Badan Informasi Energi AS (EIA) menerangkan produksi minyak mentah AS turun lebih dari 10 persen atau satu juta barel per hari pekan lalu. Penurunan terjadi karena badai musim dingin yang langka di Texas. Selain itu, input minyak mentah ke kilang-kilang turun ke level terendah sejak September 2008 karena cuaca beku tersebut juga mematikan listrik.

"Jika Anda mendapatkan penurunan seperti itu dalam satu minggu produksi EIA, Anda kemungkinan besar akan mendapatkan lebih banyak setelah itu," kata Analis Senior Price Futures Phil Flyn di Chicago.

Menurut Flyn, pelaku pasar mulai khawatir bahwa penurunan produksi akan terjadi permanen dalam jangka panjang.

Setelah hampir seperempat kapasitas penyulingan nasional menganggur karena pembekuan, penyulingan mulai kembali beroperasi minggu ini.

Sejak awal tahun, harga minyak telah menguat sekitar 30 persen berkat pemotongan pasokan yang sedang berlangsung oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.

[Gambas:Video CNN]

Sumber dari industri mengungkapkan beberapa investor menumpuk kontrak opsi minyak hingga US$100 karena minat terhadap komoditas saat lindung nilai terhadap tekanan inflasi meningkat.

Lebih lanjut, produsen minyak OPEC+ akan membahas pelonggaran moderat pembatasan pasokan minyak mulai Aprilseiring harga yang mulai pulih. Sumber OPEC+ mengatakan untuk saat ini beberapa menyarankan bertahan stabil mengingat risiko kemunduran baru dalam pertempuran melawan pandemi.



(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK