Mendag Minta Marketplace Indonesia Tidak Bakar Uang

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 19:18 WIB
Mendag Muhammad Lutfi memastikan transaksi platform marketplace berjalan sehat, dan tidak melakukan strategi 'bakar' uang untuk menarik konsumen. Mendag Muhammad Lutfi memastikan transaksi platform marketplace berjalan sehat, dan tidak melakukan strategi 'bakar' uang untuk menarik konsumen. (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi akan memastikan bahwa transaksi melalui platform marketplace di Indonesia merupakan perdagangan yang sehat dan sesuai dengan asas perdagangan internasional. Karenanya, dia menegaskan marketplace untuk tidak melakukan strategi 'bakar' uang guna menarik konsumen.

"Jadi, saya memastikan bahwa marketplace di Indonesia ini akan menjadi sarana perdagangan yang adil, baik, bermanfaat bagi penjual dan pembeli. Ketika terjadi bakar-bakaran uang, dumping itu adalah transaksional yang tidak sehat dan kami akan ikuti aturan dunia untuk regulasi hal tersebut," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (25/2).

Ia mengakui transaksi dalam marketplace kerap menjadi liar. Dalam arti, terjadi praktik transaksi tidak sesuai dengan asas perdagangan yang berlaku.


Menurutnya, kondisi ini terjadi lantaran penjual dan pembeli, maupun antara penjual dan pembeli sendiri tidak saling mengetahui identitas dengan jelas.

Hal ini berbeda dengan perdagangan di pasar tradisional, di mana penjual dan pembeli, maupun antara penjual dan pembeli saling mengetahui dengan jelas.

"Nah, dalam marketplace digital ini saya tidak melihat orangnya. Tetapi, karena orangnya tidak melihat sepertinya pasar ini menjadi liar, yang namanya predatory pricing, hajar-hajaran harga, kemudian mereka untung dimana, buang dimana, bakar duit," katanya.

Ia menegaskan Kementerian Perdagangan akan menyikapi praktik tersebut karena Indonesia memiliki potensi marketplace yang besar. Sebagai catatan, sejumlah marketplace jumbo yang beroperasi di Indonesia, seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan sebagainya.

"Kementerian Perdagangan sebagai wasit akan memastikan marketplace menganut asas perdagangan yang adil, perdagangan yang baik, membawa manfaat bagi penjual dan pembeli," jelasnya.

Seperti diketahui, transaksi melalui marketplace makin marak di Indonesia sejak pandemi covid-19.

Sebagai gambaran, Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai transaksi lewat e-commerce bisa melonjak sampai Rp377 triliun pada 2021.

Lonjakan ini disebabkan pandemi covid-19, sehingga masyarakat memanfaatkan digitalisasi keuangan untuk bertransaksi.

"Ekonomi dan keuangan digital akan meningkat pesat. Pada 2021, nilai transaksi e-commerce akan mencapai Rp337 triliun," terang Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK