CEO Bukalapak Buka Suara Soal Rencana IPO

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 16:20 WIB
CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin buka suara terkait rencana perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin buka suara terkait rencana perusahaan untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).(CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin buka suara terkait rencana perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia mengatakan sebagai perusahaan rintisan (startup) yang telah berjalan lebih dari sepuluh tahun, penting bagi perusahaan untuk dapat memilih akses terhadap modal. Menjadi perusahaan terbuka juga penting bagi Bukalapak untuk bisa terus meningkat transparansi bisnisnya.

"Kami memikirkannya di Bukalapak. Pertama-tama perusahaan adalah unicorn yang telah ada selama satu dekade, memiliki akses ke pasar modal adalah sesuatu yang baik dan penting bagi kami," ucapnya dalam wawancara kepada Bloomberg, seperti dikutip Kamis (25/2).


Namun, ia belum bisa membeberkan kapan rencana tersebut akan direalisasikan. Yang jelas, kata dia, Bukalapak terus dipersiapkan untuk menjadi perusahaan terbuka.

"Apa yang dapat kami katakan hari ini adalah bahwa kami adalah salah satu perusahaan yang ingin menyampaikan berita itu kepada publik jika sudah jelas apa yang akan dilakukan," ucapnya.

Rachmat mengatakan Bukalapak juga terus mengejar target untuk dapat meraup profit. Sepanjang 2020 lalu, kata dia, total pendapatan transaksi tumbuh dua digit dan jumlah pelapak di dalam platform online maupun offline meningkat dari 9 juta menjadi 13,5 juta.

"Saya pikir pada dasarnya dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya transaksi kami meningkat tiga kali lipat. Kami meningkatkan EBITDA kami menjadi 80 persen dan mudah-mudahan beberapa tahun ke depan kami akan mencapai itu (keuntungan)," tuturnya.

Selain Bukalapak, perusahaan rintisan lain asal Indonesia, Traveloka, juga belum lama ini menyatakan siap menjadi perusahaan publik. Bahkan, perusahaan layanan pemesanan tiket online tersebut melirik penawaran saham perdana di bursa saham AS, Wall Street.

Head of Corporate Communications Traveloka Reza Amirul Juniarshah menuturkan IPO di Wall Street memberikan keuntungan bagi perusahaan, yaitu mempertemukan Traveloka dengan perusahaan teknologi kelas dunia.

"Sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, kami merasa bahwa pencatatan Traveloka di Wall Street akan menempatkan kami pada liga yang sama dengan perusahaan teknologi kelas dunia lainnya yang juga tercatat di sana," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, pekan lalu.

Meski demikian, ia menyatakan Traveloka tetap mempertimbangkan untuk melantai di BEI. Saat ini, unicorn, atau startup dengan valuasi di atas US$1 miliar tersebut masih dalam tahap finalisasi perencanaan serta pemilihan rute terbaik menjadi perusahaan publik.

"Sebagai perusahaan teknologi dari Indonesia dengan aktivitas operasional di Asia Tenggara dan Australia, Traveloka tentu tetap mempertimbangkan BEI sebagai lokasi melantai di Indonesia," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK