Harga Emas Antam Hari Ini 26 Februari, Anjlok ke Rp922 Ribu

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 09:02 WIB
Harga jual emas Antam turun Rp12 ribu ke Rp922 ribu pada perdagangan Jumat (26/2). Harga jual emas Antam turun Rp12 ribu ke Rp922 ribu pada perdagangan Jumat (26/2). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam berada di level Rp922 ribu per gram pada Jumat (26/2). Posisi tersebut turun tajam Rp12 ribu dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp934 ribu per gram.

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) turun Rp12 ribu per gram dari Rp814 ribu menjadi Rp802 ribu per gram.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp511 ribu, 2 gram Rp1,78 juta, 3 gram Rp2,65 juta, 5 gram Rp4,38 juta, 10 gram Rp8,71 juta, 25 gram Rp21,66 juta, dan 50 gram Rp43,24 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,41 juta, 250 gram Rp215,76 juta, 500 gram Rp431,32 juta, dan 1 kilogram Rp862,6 juta.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX melemah 0,47 persen ke level US$1.767 per troy ons. Sementara itu, harga emas di perdagangan spot turun 0,05 persen ke US$1.769 per troy ons pada pagi ini.

Direktur PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan tekanan pada harga emas dipicu oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Dalam waktu singkat imbal hasil naik secara pesat dari Desember 2020 di bawah 1 persen menjadi 1,3 persen saat ini.

"Kenaikan imbal hasil ini turut menekan harga emas yang termasuk aset non produktif mengingat tidak memberikan imbal hasil apapun," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, kebijakan Gubernur The Fed Jerome Powell menambah likuiditas dolar AS dikhawatirkan bakal memicu inflasi. Kondisi ini ditambah dengan pembukaan kembali aktivitas ekonomi sehingga memperkuat likuiditas AS dan mempengaruhi harga logam mulia.

"Pasokan emas yang cenderung stabil dibanding mata uang fiat yang bisa dicetak kapanpun dan berapapun jumlah oleh bank sentral membuatnya lebih cocok digunakan sebagai aset untuk lindung nilai dari inflasi," katanya.

Ia memperkirakan emas bergerak di rentang US$1.761 hingga US$1.808 per troy ons hari ini.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK