Telkom dan Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Telkom, CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 18:33 WIB
Telkom dan Pupuk Indonesia bersinergi melakukan digitalisasi agar distribusi subsidi pupuk berjalan efektif dan tepat sasaran. Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara (kiri) dan Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (4/3). (Foto: Telkom)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali melakukan implementasi core values BUMN, yakni AKHLAK, untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan dengan PT Pupuk Indonesia (Persero) pada Kamis (4/3).

Direktur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pupuk Indonesia kepada Telkom, serta komitmen mendukung transformasi bisnis PIHC.

"Dengan infrastruktur, platform, dan layanan digital yang dimiliki, kami berkomitmen mendukung digitalisasi Pupuk Indonesia dalam distribusi yang terintegrasi hulu ke hilir sehingga subsidi pupuk dapat berjalan efektif dan sampai ke petani serta hasilnya nyata pada peningkatan produktivitas pertanian," kata Edi usai penandatanganan di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (4/3).


Pada 2020, Telkom telah menuntaskan program digitalisasi 5.518 SPBU. Untuk itu Edi berharap agar digitalisasi distribusi pupuk juga dapat segera direalisasikan demi kesuksesan program ketahanan pangan Indonesia.

Ditambahkan, Telkom meiliki produk digital Agree sebagai solusi bagi petani, ekosistem pertanian termasuk produsen pupuk, sampai ke offtaker dan pembiayaan yang saat ini sudah melibatkan HIMBARA. Agree telah diluncurkan bersama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia untuk digunakan para petani lokal.

Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky menjelaskan, pihaknya menerapkan digitalisasi di berbagai bidang. Antara lain, untuk mendukung perubahan perusahaan dari production centric menjadi customer centric. Menurutnya, untuk pengembangan aktivitas bisnis pada era disrupsi ini diperlukan kerja sama dalam bidang teknologi informasi.

TelkomDirektur Enterprise & Business Service Telkom Edi Witjara (kiri) dan Direktur Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia Panji Winanteya Ruky usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Kamis (4/3). (Foto: Telkom)

"Kami memiliki visi untuk meningkatkan kapabilitas analitis dan digital perusahaan pada 2024, sebagai bagian dari proses transformasi perusahaan," ujar Panji.

Sejumlah inisiatif strategis perusahaan dalam bidang digitalisasi, lanjut Panji, antara lain adalah implementasi sistem Distribution Planning Control System (DPCS), yakni sistem berbasis data geospasial yang berfungsi melacak proses distribusi pupuk dan memantau stok pupuk bersubsidi secara real time. Dengan demikian, potensi kekurangan pupuk dapat diminimalisasi, sedang akurasi perencanaan distribusi bisa ditingkatkan.

Inisiatif selanjutnya, penerapan Retail Management System yang meningkatkan akurasi data pelanggan dan petani guna mengoptimalkan penjualan produk-produk perusahaan, serta product tracking untuk pengendalian distribusi pupuk bersubsidi yang lebih baik.

"Kami berharap melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia bisa memperoleh juga data yang lebih akurat sehingga kami bisa melayani masyarakat dengan lebih baik, serta meningkatkan akurasi dalam kegiatan perusahaan, khususnya di bidang penjualan produk retail," ungkap Panji.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK