Prancis Sita Bitcoin dari Lelang Penjualan

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 18/03/2021 13:51 WIB
Pemerintah Prancis mulai mengawasi perdagangan bitcoin dan menyita uang kripto tersebut dari lelang penjualan. Pemerintah Prancis mulai mengawasi perdagangan Bitcoin. (iStockphoto/skodonnell).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Prancis mulai mengawasi perdagangan bitcoin.  Pemerintah akan mengantongi sekitar US$30 juta dari penyitaan bitcoin pertamanya.

Dilansir dari AFP, pemerintah menyita penjualan lebih dari 600 koin sebagai bagian dari penyelidikan. Pemerintah menyita Bitcoin dari rumah lelang Kapandji Morhange dan menarik hampir 1.600 penawar.

"Itu adalah penjualan yang akan menghasilkan dana sebesar 24 juta euro (US$29 juta) untuk pemerintah," kata Menteri Keuangan Olivier Dussopt dikutip dari AFP, Kamis (18/3).


Bitcoin diperdagangkan sekitar US$10 ribu per koin pada September lalu. Sementara saat ini diperdagangkan sekitar US$60ribu.

Ketika penawaran dimulai, harga awal berdiri pada 23.250 euro per koin, tetapi sebagian besar koin dijual sekitar 40 ribu euro masing-masing. Harga tersebut kurang lebih sesuai dengan harga pasar saat ini dikurangi nilai tukar dan Komisi.

Meskipun bitcoin sering dituduh sebagai aset spekulatif dan sarana bagi penjahat untuk memindahkan dan mencuci uang, nilai uang kripto melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena mendapat dukungan dari Tesla dan hedge fund BlackRock.

Tidak ada informasi yang diungkapkan tentang asal bitcoin karena proses hukum sedang berlangsung. Jika tergugat menang, mereka akan menerima dana dari lelang dikurangi komisi yang dibayarkan ke rumah lelang.

Jika tidak, negara Prancis akan mengantongi uang dari sitaan bitcoin. Prancis bukan negara pertama yang mengawasi dan mulai melarang perdagangan uang kripto. Amerika Serikat melakukannya pada 2014, diikuti oleh Kanada, Australia, Belgia dan Inggris.

[Gambas:Video CNN]



(age/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK