Survei: RI Peringkat ke-4 Disukai Pengusaha AS dan Eropa

CNN Indonesia | Jumat, 19/03/2021 05:56 WIB
Survei mendapuk RI ke peringkat empat se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai pengusaha AS dan Eropa untuk berbisnis. Survei mendapuk RI ke peringkat empat se-Asia Tenggara sebagai negara yang paling disukai pengusaha AS dan Eropa untuk berbisnis. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Survei Borderless Business Studies yang dilakukan Standard Chartered mendapuk RI di posisi keempat se-Asia Tenggara sebagai negara paling disukai oleh pengusaha Amerika Serikat (AS) dan Eropa untuk membangun atau memperluas bisnis dalam 6 hingga 12 bulan ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hal ini dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan optimisme dan kepedulian terhadap reformasi untuk mendukung kemudahan berusaha.

"Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dalam kemudahan berusaha akan terus didorong, pemerintah akan terus meningkatkan teknologi Online Single Submission (OSS) dan digitalisasi yang tujuannya untuk semakin memberi kemudahan bagi para pelaku usaha," ujar Airlangga, Kamis (18/3).


Menurut Airlangga, sistem OSS yang terdiri dari sub-sistem informasi, perizinan berusaha dan pengawasan dapat memenuhi kebutuhan para investor dan harapan dunia usaha.

Ia berharap sistem OSS baru yang berbasis risiko (OSS RBA) juga bisa mulai diimplementasikan awal Juni 2021 dan secara penuh akan go-live pada Juli 2021.

"Dengan diterapkannya Sistem OSS akan lebih memudahkan para pelaku usaha dan terutama para pelaku UMKM, melalui sistem pendaftaran yang lebih mudah, tidak berbelit-belit dan bisa dilakukan secara daring," ucapnya.

Sebagai informasi, Standard Chartered melakukan survei terhadap lebih dari 1.000 Chief Financial Officer (CFO) dan profesional keuangan senior pada perusahaan yang memiliki omset di atas US$500 juta.

Studi ini mengungkap terlepas dari ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi global dan dampak ekonomi, pasar luar negeri tetap menjadi kunci utama pertumbuhan.

Studi ini juga mengungkapkan perhatian yang lebih besar pada investasi dalam teknologi digital, penggunaan dana yang tertahan, dan meningkatkan fokus pada masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam kaitannya dengan perdagangan dan rantai pasokan.

Selain itu, sebanyak 35 persen korporasi secara menyeluruh dan 43 persen korporasi di AS mengindikasikan soal persyaratan regulasi masih menjadi perhatian nomor satu di antara responden yang ingin berekspansi ke Indonesia.

"UU Cipta Kerja yang telah lengkap dengan seluruh peraturan pelaksanaannya, akan memberikan kepastian kemudahan berusaha dan memangkas perizinan yang panjang bagi investor sehingga meningkatkan kepercayaan investor," tandas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK