Startup Logistik Andalin Peroleh Pendanaan dari BRI Ventures

BRI, CNN Indonesia | Kamis, 18/03/2021 20:18 WIB
BRI Ventures lewat Dana Ventura Sembrani Nusantara melakukan investasi seri A ke startup logistik Andalin yang jadi pionir pemberi solusi pada pelaku usaha. Ilustrasi startup. (Istockphoto/ismagilov).
Jakarta, CNN Indonesia --

BRI Ventures melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara melakukan investasi seri A ke startup logistik Andalin. Andalin yang didirikan pada 2006 merupakan startup digital di bidang logistik yang jadi pionir dalam memberikan solusi pada pelaku usaha lokal untuk melakukan ekspor-impor.

Beberapa contoh yang dikerjakan Andalin, yakni pengurusan bea cukai, penyediaan jasa konsultan, asuransi kargo, dan pencarian angkutan kargo dengan harga terjangkau. Pendanaan ini merupakan investasi ketiga Dana Ventura Sembrani Nusantara sejak diluncurkan pada Juni 2020.

Andalin juga menjadi startup dari sektor logistik pertama dalam portfolio BRI Ventures. Sebelumnya, Dana Ventura Sembrani Nusantara juga sudah berinvestasi pada brand minuman Haus! dan sepatu lokal Brodo.


Dana Ventura Sembrani Nusantara sendiri hadir untuk memberikan kemudahan bagi perusahaan startup digital di Indonesia agar mampu tumbuh dengan cepat dan berdampak positif bagi Indonesia, hingga akhirnya menciptakan ekosistem startup yang berkelanjutan.

Selama pandemi Covid-19, Andalin mendapatkan kenaikan yang signifikan dalam volume pengiriman barang, yaitu sekitar 500 persen, dimana average revenue per klien naik 450 persen dari tahun ke tahun.

"Kami sangat mendukung misi Andalin dalam menjadi solusi logistik yang selama ini merupakan salah satu kesulitan besar bagi pelaku usaha di Indonesia yang ingin masuk ke pasar global. Hal ini tentunya sejalan dengan komitmen BRI dalam terus mendukung dan memberdayakan
UMKM di tanah air." ungkap CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja.

Nicko menambahkan, startup digital di bidang logistik seperti Andalin akan memperkuat proses ekspor-impor di Indonesia. Tentunya hal ini dapat membantu mengurangi defisit perdagangan.

Bahkan tanpa melihat dampak dari Covid-19 sekalipun, volume penjualan e-commerce secara keseluruhan di Indonesia saat ini sebesar US$130 miliar pada tahun 2020. "Sehingga tidak perlu diragukan lagi, Andalin dapat ikut mendorong Indonesia sebagai pusat perdagangan regional," ujarnya.

World Trade Organization melaporkan volume perdagangan global mengalami penurunan sebesar 9,2 persen pada 2020, dan naik kembali hingga 7,2 persen pada 2021. Sementara itu, pengiriman barang global diprediksi mencapai US$207 miliar pada 2026, hal tersebut naik dari US$170 miliar pada 2019.

Sementara itu CEO Andalin, Rifki Pratomo mengatakan, pendanaan dari Dana Ventura Sembrani Nusantara menjadi sebuah wujud dukungan dan bentuk kepercayaan dari BRI kepada Andalin.

"Dimana seperti kita ketahui, BRI merupakan pemberi pinjaman UMKM terbesar di Indonesia. Kami menilai, BRI merupakan mitra yang sangat tepat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang Andalin," ucap Rifki.

Adapun perusahaan lokal saat ini menyumbang 70 persen dari industri pengiriman dan logistik Indonesia, namun pasar ini masih terfragmentasi. Sebagai gambaran, sepuluh pemain teratas saat ini hanya menguasai kurang dari 30 persen total market share.

"Kami melihat masih ada peluang besar dalam mendigitalisasi logistik first-mile di Indonesia, terutama dalam hal penyederhanaan proses ekspor-impor yang memiliki birokrasi panjang bagi UMKM, sekaligus mengurangi hambatan biaya," kata Rifki.

"Apabila semua proses ini dapat dipercepat dan berjalan lancar, maka hal tersebut akan mendorong peningkatan yang signifikan terhadap kegiatan ekspor-impor," ungkapnya lagi.

Ia menambahkan, Andalin akan meningkatkan kapasitas dan kualitas produk yang berorientasi ekspor dari dan menuju Indonesia, serta diharapkan dapat mengurangi defisit perdagangan.

Penggerak utama pertumbuhan lainnya adalah peningkatan permintaan ekspor dari China, menyusul ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership I (RCEP) yang beranggotakan 15 negara di kawasan Asia Pasifik. RCEP diperkirakan dapat membantu meningkatkan ekspor Indonesia secara keseluruhan sebesar 11 persen dan investasi sebesar 20 persen dalam lima tahun setelah ratifikasi.

(osc)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK