Australia Ancam Seret China ke WTO karena Naikkan Pajak Wine

CNN Indonesia | Sabtu, 27/03/2021 14:25 WIB
Menteri Perdagangan Australia mengancam akan membawa China ke WTO atas keputusan menaikkan bea impor wine asal negaranya Bendera Australia. (Lachlan Fearnley/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Australia mengancam akan membawa China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas keputusan menaikkan bea impor wine asal negaranya untuk lima tahun mendatang.

Dilansir AFP, Sabtu (27/3) Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan mengatakan tarif itu membuat anggur asal negaranya tak bisa bersaing di pasar China.

"Keputusan yang telah diambil oleh pemerintah China ini sangat mengecewakan dan sama sekali tidak dapat dibenarkan," kata Tehan.


"Kami akan melihat langkah-langkah selanjutnya, dan langkah-langkah selanjutnya akan mencakup membawa masalah ini ke Organisasi Perdagangan Dunia," sambungnya.

Sebelumnya, dalam penjualan terakhir antara Beijing dan Canberra, Kementerian Perdagangan China mengumumkan akan mengenakan pungutan mulai dari 116,2 persen hingga 218,4 persen pada anggur Australia mulai Minggu ini (28/3).

Pemberlakuan bea masuk dikenakan setelah otoritas perdagangan China melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tindakan dumping dan subsidi pada wine impor dari Australia.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, berbicara di Sydney, menuduh Beijing menggunakan tarif sebagai "pembalasan" karena negaranya telah memblokir investasi China dan mendesak penyelidikan tentang asal muasal virus corona dari negeri tersebut.

Ekspor anggur ke China sendiri mencapai rekor 1,3 miliar dolar Australia pada 2019 dan menjadikannya pasar terbesar berdasarkan nilai produk.

(hrf/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK