BPJS Tenaker Akan Tambah Investasi Langsung Lewat SWF

CNN Indonesia | Selasa, 30/03/2021 17:34 WIB
BPJS Ketenagakerjaan menyatakan akan menambah alokasi dana investasi pada instrumen investasi langsung dari program JHT dan JP melalui LPI. BPJS Ketenagakerjaan menyatakan akan menambah alokasi dana investasi pada instrumen investasi langsung dari program JHT dan JP melalui LPI.(Adhi Wicaksono/CNN Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

BPJS Ketenagakerjaan menyatakan akan menambah alokasi dana investasi pada instrumen investasi langsung dari program jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP) melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI). LPI merupakan lembaga pengelola dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF) di Indonesia.

"Dengan ada SWF kami melihat kami bisa kontribusi kpeada pemerintah di SWF dengan meningkatkan alokasi dan investasi pada instrumen langsung," ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (30/3).

Anggoro menyatakan SWF nantinya akan memiliki sejumlah proyek. Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan bisa masuk ke beberapa proyek tersebut.


"Kami akan lihat apakah kami bisa masuk ke SWF khususnya untuk program JHT dan JP yang memang jangka panjang kewajibannya," kata Anggoro.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga akan mengubah komposisi investasi pada 2021. Anggoro menyatakan pihaknya akan mengurangi investasi di deposito, saham, dan reksa dana, lalu memindahkannya ke obligasi.

"Karena kami tahu dengan BI rate 3,5 persen, deposito bank-bank juga turun sehingga ini akan menarik ke bawah yield dari portofolio kami. Sehingga kami akan rekomposisi, rebalancing, tentu saja tidak semuanya, agar yield yang dapat kami hasilkan bisa optimal," jelas Anggoro.

Selanjutnya, BPJS Ketenagakerjaan juga akan menempatkan dana dari jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) di deposito dan obligasi pemerintah. Hal ini karena JKP bersifat jangka pendek.

Lalu, BPJS Ketenagakerjaan akan menempatkan dana di bank pelat merah dan bank pembangunan daerah (BPD). Ini semua merupakan strategi investasi BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan hasil yang optimal sepanjang 2021.

Anggoro menyatakan BPJS Ketenagakerjaan menargetkan bisa meraih hasil investasi sebesar Rp33,41 triliun pada tahun ini. Angkanya naik 3,34 persen dari realisasi hasil investasi pada 2020 sebesar Rp32,33 triliun.

Hasil investasi per Februari 2021 baru sebesar Rp5,12 triliun. Angka ini terdiri dari hasil investasi khusus dari badan sebesar Rp114 miliar dan Dana Jaminan Sosial (DJS) sebesar Rp5 triliun.

Sebelumnya, Deputi Direktur Bidang Humas dan Antara Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja menyatakan total dana yang diinvestasikan pada 2020 sebesar Rp486,38 triliun. Mayoritas dana itu ditempatkan di obligasi, yakni 64 persen.

Lalu, sisanya 17 persen di saham, 10 persen di saham, 8 persen di reksa dana, dan 1 persen di investasi langsung.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK