Ekspor Asam Gelugur Asal Sumut Capai Rp5,95 Miliar

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 06:12 WIB
Ekspor asam gelugur asal Sumatera Utara (Sumut) mencapai 379,18 ton dengan nilai Rp5,95 miliar sepanjang kuartal I 2021. Ekspor asam gelugur asal Sumatera Utara (Sumut) mencapai 379,18 ton dengan nilai Rp5,95 miliar sepanjang kuartal I 2021. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Farida).
Medan, CNN Indonesia --

Ekspor asam gelugur asal Sumatera Utara (Sumut) mencapai 379,18 ton dengan nilai Rp5,95 miliar sepanjang kuartal I 2021. Berdasarkan Data IQFAST Karantina Pertanian Belawan tiga negara yang menjadi tujuan ekspor adalah India, Malaysia dan China.

"Terakhir fasilitasi ekspor asam gelugur sebanyak 20 ton dengan nilai ekonomis Rp462 Juta tujuan China. Sehingga selama kuartal I total sudah Rp5,95 miliar yang diekspor ke India, Malaysia dan China," kata Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto, Selasa (6/4).

Andi mengungkap ekspor asam gelugur meningkat sebanyak 33,5 persen jika dibanding periode sama pada 2020 yakni sebanyak 284 ton dengan nilai Rp4,6 miliar.


"Sebelum diekspor, sudah dilakukan berbagai tindakan karantina sebagai penjaminan mutu komoditas ekspor supaya sehat dan aman sampai di negara tujuan. Kemudian baru diterbitkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) sesuai permintaan negara tujuan," jelasnya.

Andi menerangkan asam gelugur ini merupakan tanaman khas Sumut yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Biasanya diekspor dalam bentuk kepingan kering berwarna coklat kehitaman, dan di negara tujuan ekspor digunakan sebagai bumbu masakan bahan baku kosmetik dan bahan baku obat.

"Selama ini, kami juga rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan," tambahnya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyebutkan pihaknya akan mendorong ekspor asam gelugur asal Sumut.

Selain itu, mereka juga melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap petani dan eksportir asam potong di desa pendukung Gratieks.

"Pembinaan dilakukan terkait proses pengolahannya yang tradisional agar produk yang dihasilkan terjamin dan diterima di negara tujuan ekspor. Jadi kami juga memastikan agar kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dikirim harus dipenuhi sehingga terjamin di negara tujuan," tutup Jamil. 

[Gambas:Video CNN]



(fnr/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK