Tempo Scan 2020: Laba Bersih Naik 42 Persen, EBITDA 32 Persen

Tempo Scan, CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 00:01 WIB
PT Tempo Scan Pacific mencatat laba bersih sepanjang 2020 naik sebesar 42,1 persen dan EBITDA naik secara signifikan sebesar 32,2 persen. Tempo Scan Pacific mencatat laba bersih sepanjang 2020 naik sebesar 42,1 persen dan EBITDA naik secara signifikan sebesar 32,2 persen. (Dok. Tempo Scan Group).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk (Tempo Scan) Diana Wirawan dalam penjelasannya pada Rabu (31/3) menyatakan bahwa Tempo Scan mencatat laba bersih sepanjang 2020 sebesar Rp787,8 miliar atau naik sebesar 42,1 persen dibandingkan 2019 serta EBITDA yang naik secara signifikan sebesar 32,2 persen dan berjumlah Rp1,35 triliun dengan Margin EBITDA mencapai 12,3 persen jauh lebih tinggi dari Margin EBITDA tahun lalu sebesar 9,3 persen.

Penjualan bersih yang dicapai oleh Tempo Scan pada tahun 2020 adalah kurang lebih sama dengan tahun 2019 yaitu sebesar Rp10,97 triliun dimana pencapaian penjualan neto tersebut dikontribusikan dari 3 divisi operasi utama yaitu Divisi Farmasi, Consumer Products & Cosmetics (CPC) dan Distribusi.

Tempo Scan mencatat penjualan untuk Divisi Farmasi tumbuh 2,92 persen senilai Rp3,15 triliun, angka ini berkontribusi 28,7 persen terhadap total penjualan bersih perusahaan dan naik dibandingkan kontribusi tahun lalu yang sebesar 27,9 persen.


Untuk Divisi CPC, penjualannya menurun 9,3 persen dan menjadi senilai Rp3,12 triliun. Penurunan penjualan ini pun berdampak pada kontribusi terhadap total penjualan bersih perusahaan menjadi 28,5 persen, dari sebelumnya 31,4 persen.

Sementara untuk Divisi Distribusi, mencatat kenaikan penjualan 4,6 persen menjadi Rp4,69 triliun. Dengan demikian kontribusinya terhadap total penjualan bersih perusahaan mencapai 42,8 persen atau naik dibandingkan kontribusi pada 2019 sebesar 40,8 persen.

Dari berbagai produk yang menjadi andalan Tempo Scan, ada beberapa yang mengalami kenaikan permintaan karena adanya pandemi Covid-19 seperti untuk produk vitamin dan nutrisi. Kemudian juga di Consumer Product, yang mengalami kenaikan adalah produk perawatan bayi, pembersih rumah, dan produk personal hygiene, seiring dengan adanya protokol kesehatan yang diterapkan terkait Covid 19.

"Di sisi lain, produk lain dari Tempo Scan yang berkaitan dengan kosmetik dan personal care tidak menjadi prioritas konsumen selama pandemi sehingga mengalami penurunan penjualan," ujarnya.

Sementara untuk Divisi Farmasi, pertumbuhan penjualan dimotori oleh produk Consumer Health yang penjualan bersihnya naik 8 persen menjadi Rp3,05 triliun. Sedangkan penjualan kelompok obat dengan resep justru menurun secara drastis 57,1 persen atau hanya mancapai Rp103 miliar.

Adapun kontribusi penjualan bersih kelompok produk Consumer Health dan kelompok obat resep terhadap total penjualan bersih Divisi Farmasi masing-masing adalah 96,7 persen dan 3,3 persen.

Untuk Divisi CPC mengalami penurunan penjualan, meski jika dibedah lebih dalam Consumer Product mengalami kenaikan 4,7 persen atau senilai Rp2,55 triliun. Sementara produk kosmetik menurun tajam 43,4 persen sehingga penjualan tercatat Rp569,8 miliar.

Penurunan ini disebabkan karena Pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penyebaran yang lebih luas atas Covid-19. Penurunan penjualan bukan hanya dirasakan di pasar domestik, melainkan juga di pasar internasional dengan total penurunan 46,6 persen.

Margin Laba Kotor Tempo Scan menjadi 35,7 persen turun dari tahun sebelumnya 38,6 persen yang disebabkan oleh beberapa hal antara lain adalah penurunan nilai tukar rupiah terhadap USD maupun mata uang asing lainnya serta keputusan Tempo Scan untuk menunda kenaikan harga jual beberapa produknya sebagai antisipasi dari permintaan konsumen yang sangat lemah serta untuk menjaga agar harga produk tetap kompetitif dimana hal ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan penjualan ditengah krisis yang disebabkan oleh Covid-19.

Peningkatan Laba bersih juga disebabkan karena Tempo Scan berhasil mengurangi biaya operasi di tahun 2020 sebesar 17,6 persen terutama pada biaya penjualan sebesar 19,25 persen serta biaya umum dan administrasi sebesar 11,35 persen. Pengurangan biaya operasi tersebut antara lain disebabkan karena adanya penurunan biaya penyisihan imbalan kerja yang tidak berulang (one time) di tahun 2020 sebagai implementasi atas UU Cipta Kerja No 11/2020 dan peraturan pendukung lainnya.

Selain peningkatan Laba Bersih yang meningkat tajam sebagaimana disebutkan di atas, Tempo Scan juga mencatatkan total Aset Rp9,1 triliun dan Kas dan Setara Kas senilai Rp2,65 triliun serta total Ekuitas mencapai Rp6,38 triliun.

Sebagai penutup Diana atas nama Direksi Tempo Scan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan perusahaan atas dukungan kerja keras nya demikian juga kepada seluruh mitra bisnis Tempo Scan, pemasok, pelanggan, pihak profesional, dan para pemegang saham.

"Dengan dukungan semua pihak maka Tempo Scan dapat menjalankan operasinya dengan baik di masa pandemi ini dan tetap memberikan hasil yang baik," katanya.

Klik di sini untuk laporan keuangan Tempo Scan.

(osc/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK