Jiwasraya Telan Rugi Rp4,04 T pada 2020

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 20:15 WIB
PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat rugi bersih Rp4,04 triliun pada 2020 atau mengecil dari tahun sebelumnya, Rp4,14 triliun. PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatat rugi bersih Rp4,04 triliun pada 2020 atau mengecil dari tahun sebelumnya, Rp4,14 triliun. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mencatatkan rugi setelah pajak sebesar Rp4,04 triliun sepanjang 2020. Angka kerugian itu turun dibandingkan dengan posisi 2019 yang sebesar Rp4,14 triliun.

Mengutip laman resmi Jiwasraya, Jumat (9/4), kerugian Jiwasraya sejalan dengan anjloknya pendapatan perusahaan sebesar 9,76 persen. Alhasil, perusahaan hanya mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,94 triliun pada 2020, sedangkan pada 2019 sebesar Rp2,15 triliun.

Dalam laporan keuangan 2020, perusahaan tak mencatatkan pendapatan premi dan premi reasuransi. Namun, Jiwasraya membukukan hasil investasi sebesar Rp33,59 miliar, angkanya berbalik positif dari posisi 2019 yang merugi sebesar Rp869,11 miliar.


Mengutip Antara, Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Jiwasraya R Mahelan Prabantarikso mengatakan pendapatan perusahaan pada 2020 berasal dari hasil investasi, imbal jasa dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) Rp16,79 triliun, dan pendapatan lain Rp1,89 triliun.

"Pendapatan tahun lalu (2020) digunakan untuk berbagai keperluan perusahaan, terutama untuk pembayaran polis nasabah," ucap Mahelan.

Mahelan menyatakan aset Jiwasraya pada 2020 tercatat sebesar Rp15,72 triliun. Angkanya turun dari 2019 yang mencapai Rp18,1 triliun.

Selain itu, Jiwasraya juga mencatatkan defisit solvabilitas sebesar Rp48,5 triliun pada 2020. Defisit itu lebih tinggi dari 2019 yang sebesar Rp41,76 triliun.

[Gambas:Video CNN]

"Pada prinsipnya semua pendapatan dan aset perusahaan digunakan untuk melakukan pembayaran polis nasabah dan tentunya mendukung operasional perusahaan," jelas Mahelan.

Saat ini, manajemen dan Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya sedang fokus untuk melakukan proses migrasi polis dari Jiwasraya ke IFG Life.

Pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp22 triliun yang bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dan Rp4,7 triliun lainnya dari upaya fund raising IFG selaku induk usaha IFG Life.

IFG Life sendiri saat ini sudah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian, IFG Life sudah mulai beroperasi secara penuh.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK